HAL menyatakan tidak ada kecelakaan dalam insiden Tejas, menyebutnya sebagai masalah teknis kecil di darat
Reddit AIRSPACE REVIEW – Hindustan Aeronautics Limited (HAL) telah mengklarifikasi bahwa tidak ada pesawat tempur ringan Tejas yang jatuh. Perusahaan kedirgantaraan milik negara India tersebut menyatakan kejadian yang dilaporkan media baru-baru ini adalah insiden teknis kecil di darat.
Perusahaan menekankan pesawat Tejas memiliki catatan keselamatan yang kuat, seperti dikutip The Economic Times (23/2).
Sebelumya, media melaporkan bahwa sebuah jet HAL Tejas jatuh saat melakukan pendaratan pada awal bulan Februari ini. Pesawat mengalami kerusakan yang signifikan.
Pesawat Tejas mengalami insiden di mana pesawat melewati landasan pacu saat pendaratan di pangkalan udara garis depan pada 7 Februari.
Pilot berhasil melontarkan diri dari pesawat dengan selamat setelah pesawat terus melaju melewati landasan pacu dengan dugaan kegagalan rem.
“Tidak ada laporan kecelakaan LCA Tejas. Kejadian yang dimaksud adalah insiden teknis kecil di darat,” kata perusahaan tersebut dalam klarifikasi kepada bursa saham.
Saham HAL diperdagangkan pada harga Rs 4047,95 per lembar di BSE, turun hampir 3 persen pada hari Senin, pukul 14.48.
Perusahaan menambahkan bahwa sebagai bagian dari prosedur operasi standar, masalah ini sedang dianalisis secara mendalam. HAL bekerja sama dengan Angkatan Udara India (IAF) untuk penyelesaian yang cepat.
Insiden terbaru ini juga terjadi ketika Hindustan Aeronautics Ltd (HAL) menghadapi penundaan dalam memasok varian Tejas Mark 1A ke IAF.
Ini adalah kecelakaan ketiga yang melibatkan pesawat Tejas. Pada Maret 2024, sebuah jet Tejas jatuh di dekat Jaisalmer. Pada November 2025, sebuah jet lain jatuh saat pertunjukan udara di Dubai Airshow dan menewaskan pilotnya.
Kementerian Pertahanan India pada Februari 2021 menandatangani kontrak senilai Rs 48.000 crore (setara dengan kurang lebih USD 6,5 miliar saat itu) dengan HAL untuk pengadaan 83 jet Tejas Mk-1A untuk Angkatan Udara India (IAF).
Namun, pengiriman tertunda terutama karena GE Aerospace gagal memenuhi tenggat waktu untuk memasok mesin pesawat.
Pada September tahun lalu, Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak lain senilai Rs 62.370 crore dengan HAL untuk pengadaan 97 pesawat tempur ringan Tejas Mk-1A yang telah ditingkatkan.
Tejas adalah pesawat tempur multiperan ringan bermesin tunggal yang dirancang untuk operasi di lingkungan dengan ancaman tinggi. Pesawat ini dapat melakukan misi pertahanan udara, pengintaian maritim, dan serangan. (RNS)
