Untuk pertama kalinya, drone AKINCI melakukan uji serangan udara ke udara langsung menggunakan amunisi jelajah EREN

AKINCI meluncurkan amunisi jelajah EREN untuk menghancurkan targetnyaBaykar Technologies

AIRSPACE REVIEW – Drone AKINCI dari Turkiye berhasil melakukan serangan udara ke udara untuk pertama kalinya menggunakan amunisi jelajah EREN. Hal ini diumumkan Baykar Technologies pada 21 Februari 2026 melalui akunnya di X.

Drone tersebut lepas landas dari Pusat Pelatihan dan Uji Penerbangan di Corlu, terbang menuju ke area uji di atas Laut Hitam, dan menyerang target udara yang diluncurkan dari pantai dekat Sinop.

Menurut deskripsi uji resmi, AKINCI melepaskan satu amunisi jelajah EREN setelah berhasil mengunci target dan melakukan serangan langsung hingga menghancurkannya.

Mengenai AKINCI merupakan drone intai serang jenis HALE (ketinggian tinggi dan daya tahan lama) dengan berat lepas landas maksimum 6.000 kg, kapasitas muatan lebih dari 1.500 kg, dan daya tahan lebih dari 24 jam.

Drone berukuran jumbo ini telah mengintegrasikan rangkaian misi komprehensif termasuk SATCOM, dukungan elektronik dan penanggulangan elektronik, radar aperture sintetis, dan radar array pemindaian elektronik aktif (AESA) MURAD buatan dalam negeri.

Pengujian terbaru varian MURAD 100-A pada AKINCI telah menunjukkan kinerja multimode, dengan pelacakan simultan target udara dan permukaan, mode SAR dan GMTI, dan pemetaan cuaca, dengan jangkauan deteksi sekitar 160 km.

Sedangkan EREN merupakan amunisi jelajah berkecepatan tinggi yang dikembangkan oleh ROKETSAN. Uniknya, EREN berperilaku lebih seperti rudal jelajah kecil ketimbang drone kamikaze konvensional.

EREN memiliki berat sekitar 35 kg, panjang sekitar 2 m, dan ditenagai oleh mesin turbojet mini. Jangkauannya sekitar 100 km dan daya tahan lebih dari 15 menit di udara.

Arsitektur panduannya menggabungkan navigasi GNSS/INS di tengah lintasan dengan pencari inframerah pencitraan (IIR) dan pengenalan target otomatis. Hal ini memungkinkan operator untuk mencari, mengidentifikasi, membatalkan, dan menyerang kembali jika situasi taktis berubah.

Sebagai senjata multiplatform, EREN dapat ditembakkan dari drone, helikopter, kendaraan lapis baja, peluncur truk kontainer, dan dari kapal perang permukaan.

Sebagai senjata yang fleksibel, EREN dapat diandalkan untuk menyerang target udara berkecepatan rendah seperti pesawat, helikopter atau drone, maupun melawan target darat seperti kendaraan lapis baja dan tanpa lapis baja, serta kumpulan personel. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Elang berkata:

    Semoga kembali dan berdiri lagi akincilar dan sipahilar membentuk kesatuan dan persatuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *