Jet tempur Tejas kembali jatuh, 32 unit lainnya terpaksa di-grounded sementara

HAL TejasIndian MoD

AIRSPACE REVIEW – Sebuah jet tempur ringan HAL Tejas Angkatan Udara India (IAF) kembali jatuh pada awal bulan Februari ini, The Economic times melaporkan.

Pesawat jatuh saat melaksanakan pendaratan di sebuah pangkalan udara IAF. Kejadian ini ini menyusul kecelakaan sebelumnya di Dubai Airshow pada bulan November 2025 yang menyebabkan pilot tewas.

Dalam insiden terbaru, pilot berhasil melontarkan diri dari pesawat dan selamat. Ia hanya mengalami luka-luka ringan saja.

Sementara pesawat mengalami kerusakan signifikan dan kemungkinan besar tidak akan bisa diterbangkan lagi.

IAF telah menggelar investigasi kecelakaan dan sedang melakukan pemeriksaan komprehensif terhadap seluruh armada Tejas, yang menyebabkan pesawat ini di-grounded untuk sementara.

Produsen Tejas, Hindustan Aeronautics Limited., dan otoritas pertahanan India menyatakan pesawat yang jatuh adalah LCA (light combat aircraft) versi kursi tunggal. IAF saat ini mengoperasikan sekitar 32 unit seri Mk-1.

Sementara pesanan untuk versi Mk-1A yang dimodernisasi, mencapai 180 pesawat. Sayangnya, HAL berulang kali menunda jadwal pengiriman seri Mk-1A karena berbagai hal.

Tejas yang dikembangkan selama 30 tahun, telah mengalami tiga kecelakaan dalam dua tahun terakhir. Insiden besar pertama terjadi pada 12 Maret 2024 di dekat Jaisalmer. Ketika itu Tejas sedang digunakan untuk latihan dan mengalami insiden. Pilot berhasil melontarkan diri dengan selamat.

Kecelakaan kedua di Dubai Airshow dan yang ketiga insiden besar yang terjadi pada awal Februari ini. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Chimpunk berkata:

    India secara ekonomi lebih besar, pebih kaya dan swcara dukungan seharusnya lebih mampu daripada Pakistan. Tetapi khusus untuk proyek jet tempur ringan, India salah strategi. Memutuskan mengembangkan Tejas dari awal, India melalukan banyak pengorbanan, mulai dari sumber daya manusia, sumber daya finansial hingga sumber daya waktu. Pakistan dengan segala keterbatasannya memilih join venture dengan China melalui JF 17. Tidak perlu dari 0 tetapi tiba tiba dapat cap Battle Proven, bahkan potensi kuat diekspor. Dalam hal ini, strategi Pakistan berhasil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *