Rampung Diuji FNSS di Turkiye, Harimau APC Pertama Segera Diserahterimakan ke TNI AD

Kendaraan pengangkut personel Harimau APCFNSS
Kendaraan pengangkut personel Harimau APC.

AIRSPACE REVIEW – Kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC) Harimau versi produksi pertama untuk TNI Angkatan Darat (TNI AD) resmi menyelesaikan seluruh rangkaian uji penerimaan pra-pengiriman (pre-delivery acceptance test) di fasilitas pabrikan FNSS, Turkiye.

Pengujian ini merupakan bagian dari implementasi Perjanjian Pengembangan dan Produksi Harimau (Kaplan) APC yang ditandatangani antara FNSS dan PT Pindad pada Oktober 2024 guna memenuhi kontrak pengadaan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Setelah sukses melewati uji kelayakan di Turkiye, unit perdana ranpur tersebut akan segera dikirim ke Indonesia.

Setibanya di Tanah Air, tim gabungan dari FNSS dan PT Pindad akan mendampingi pelaksanaan uji penerimaan akhir (final acceptance test) bersama pihak TNI AD.

Sementara itu, proses manufaktur untuk unit Harimau APC kedua saat ini tengah berjalan secara paralel di fasilitas produksi PT Pindad di Indonesia.

Langkah ini menjadi wujud nyata dari skema transfer teknologi (Transfer of Technology) yang disepakati kedua belah pihak.

Program Harimau APC melanjutkan kesuksesan kemitraan strategis jangka panjang antara FNSS dan PT Pindad yang sebelumnya telah berhasil mengembangkan Tank Medium Harimau (Kaplan MT).

Keberhasilan model transfer teknologi pada program tank medium tersebut menjadi pertimbangan utama Kementerian Pertahanan RI untuk kembali mempercayakan pengembangan kendaraan lapis baja generasi baru ini kepada kedua perusahaan.

Platform Modular

Harimau APC hadir sebagai ranpur berbobot 30 ton yang dirancang untuk mengangkut hingga 13 personel, mencakup pengemudi, komandan, penembak, serta pasukan infanteri.

Untuk menekan biaya pengembangan, operasional, serta mempermudah perawatan di lapangan, kendaraan ini memanfaatkan komponen otomotif yang identik dengan Harimau MT.

Mengusung konsep platform modular, Harimau APC menawarkan fleksibilitas persenjataan yang tinggi.

Ranpur ini dapat dipasangi kubah senjata berawak maupun tanpa awak (RCWS), mulai dari senapan mesin kaliber 7,62 mm dan 12,7 mm, kanon otomatis kaliber 30 mm hingga 35 mm, serta kompatibel untuk mengusung sistem mortir 120 mm maupun rudal antitank berpemandu (ATGM).

Dari sektor perlindungan, kendaraan ini dirancang tahan terhadap tempatan senapan mesin serta dilengkapi sistem proteksi antiranjau.

Keselamatan awak semakin terjamin berkat integrasi sistem pemadam kebakaran otomatis dan sistem filtrasi bahan Kimia, Biologi, Radiologi, dan Nuklir (CBRN). (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *