Siap Pensiunkan Minuteman III, AS Mulai Rakit Rudal Balistik Antarbenua Sentinel

AS mulai rakit rudal ICBM terbaru SentinelUSAF
AS mulai rakit rudal ICBM terbaru Sentinel.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara AS (USAF) dan perusahaan pertahanan raksasa Northrop Grumman telah sepenuhnya merakit versi inert (tidak berisi bahan peledak) dari rudal balistik antarbenua (ICBM) Sentinel di Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California.

Perakitan vertikal ini merupakan langkah menuju pengujian peluncuran ICBM baru ini pada tahun depan, seperti diungkapkan perusahaan pertahanan raksasa tersebut pada 14 September 2026.

Disebutkan, memindahkan rudal yang tidak aktif ini ke landasan peluncuran membutuhkan upaya selama empat bulan.

Para pekerja spesialis memindahkan komponen rudal dari berbagai fasilitas di seluruh negeri ke Vandenberg, kemudian menggunakan peralatan transportasi khusus dan derek bergerak.

Siap Diluncurkan Pertama 2027

Bersamaan dengan perakitan, Northrop Grumman dan Skuadron Uji ke-719 Angkatan Udara AS menyelesaikan Tinjauan Desain Kritis (Critical Design Review/CDR) uji penerbangan pertama program tersebut.

Tinjauan tersebut mengkonfirmasi bahwa desain dan pengujian perangkat keras Sentinel memenuhi persyaratan Angkatan Udara untuk kinerja, keselamatan, dan jadwal menjelang uji penerbangan yang direncanakan pada tahun 2027.

Sentinel, yang secara resmi diberi nama LGM-35A ini dimaksudkan untuk menggantikan rudal Minuteman III yang telah membentuk komponen berbasis darat dari triad nuklir AS sejak awal tahun 1970-an.

Rencana USAF adalah pengerahan 659 rudal Sentinel dan modernisasi 450 silo peluncuran dan fasilitas terkait, yang akan dimulai awal 2030-an.

Northrop Grumman sendiri memenangkan kontrak rekayasa dan manufaktur program LGM-35A pada awal tahun 2020, senilai 13,3 miliar USD.

Berjangkauan 6.000 Mil

Rudal balistik antarbenua berbasis silo bawah tanah LGM-35 ini dibekali sistem pendorong tiga tahap berupa motor roket berbahan bakar padat (three-stage solid-propellant).

Motor roket menggunakan bahan komposit baru yang 70 persen lebih ringan daripada Minuteman III, meningkatkan efisiensi dan mengurangi kebutuhan perawatan jangka panjang.

Konfigurasi standar Sentinel membawa satu hulu ledak, namun didesain fleksibel untuk memuat hingga tiga hulu ledak termonuklir W87-0 (300 kt) atau W87-1 (475 kt), yang menggunakan wahana masuk kembali (re-entry vehicle) Mk21A baru.

Jangkauan maksimum Sentinel ditargetkan lebih dari 6.000 mil (9.656 km), dengan kapasitas kelas interkontinental penuh yang mampu menjangkau target global dalam waktu sekitar 30 menit, meluncur dengan kecepatan 23 Mach atau sekitar 24.000 km/jam. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *