Visualisasi jet tempur F-47 Amerika muncul dalam video Pratt & Whitney
Pratt & Whitney AIRSPACE REVIEW – Produsen mesin pesawat asal Amerika Serikat, Pratt & Whitney, merilis video promosi mesin XA103 yang sedang dikembangkan untuk program Next Generation Adaptive Propulsion (NGAP) Angkatan Udara AS (USAF).
XA103 adalah mesin rancangan Pratt & Whitney yang diajukan untuk menjadi tenaga pendorong jet tempur Next Generation Air Dominance (NGAD), jet tempur generasi keenam USAF yang telah ditetapkan berkode F-47.
Mesin XA103 tersebut bersaing dengan mesin XA102 rancangan General Electric untuk nantinya ditentukan pemenangnya.
Yang menarik, dalam video Pratt & Whitney tersebut muncul penggambaran (rendering) komputer mengenai sosok jet tempur F-47 USAF.
Visualisasi F-47 tersebut, mungkin bukan desain sesungguhnya yang belum dirilis secara utuh oleh USAF hinga saat ini.
Tampak dalam tayangan video tersebut sebuah jet tempur berkursi tunggal dan bermesin ganda. Pesawat tersebut berkonfigurasi tanpa ekor dengan sayap berbentuk trapesium dan dilengkapi canard di bagian depan.
Pesawat ini memiliki dua saluran masuk udara di bawah sayap. Sementara di bagian ekor, di ujung mesin, tampak pengarah dorong dua dimensi untuk mengatur semburan mesin sekaligus mengurangi citra panas dari mesin yang digunakan. Rancangannya seperti desain yang telah diterapkan pada jet tempur F-22 Raptor buatan Lockheed Martin.
Pratt & Whitney tidak mengidentifikasi rendering pesawat tersebut sebagai desain sebenarnya dari F-47.
Meski demikian, paling tidak publik telah mendapatkan bayangan sementara yang kurang lebih mencerinkan desain F-47 nantinya.
Ini bukan pertama kalinya Pratt & Whitney menggunakan citra seperti itu. Pada Oktober lalu, perusahaan tersebut juga merilis video promosi serupa untuk program NGAP yang juga menampilkan konsep pesawat tempur generasi keenam hasil penggambaran komputer.
Seperti diketahui, sejak memberikan kontrak NGAD (F-47) kepada Boeing pada tahun 2025, USAF hanya merilis dua rendering parsial F-47.
Para pejabat mengatakan bahwa gambar-gambar tersebut sengaja diedit untuk mengaburkan karakteristik desain sesungguhnya.
Mereka juga telah memperingatkan para pengamat agar tidak menarik kesimpulan desain tersebut sebagai desain final F-47.
Pesawat konseptual seringkali digunakan dalam komunikasi publik ketika konfigurasi sebenarnya masih dirahasiakan.
Mesin XA103 sendiri sedang dikembangkan menggunakan pendekatan rekayasa digital yang mengintegrasikan data desain, manufaktur, dan pengujian.
Teknologi siklus adaptif memungkinkan mesin untuk memvariasikan bypass ratio saat terbang, menyeimbangkan daya dorong maksimum, efisiensi bahan bakar, dan pengurangan jejak termal tergantung pada persyaratan misi.
Pratt & Whitney mengatakan telah menyelesaikan fase tinjauan desain terperinci XA103 pada awal tahun 2025 dan sedang mempersiapkan perakitan dan pengujian prototipe.
Penerbangan pertama F-47 saat ini diperkirakan baru akan terlaksanan pada akhir dekade ini.
Namun demikian, pesawat produksi awal awal dapat terbang dengan mesin sementara sambil menunggu kematangan penuh mesin NGAP. (RNS)

