China Uji Kapal Selam Nirawak Trimaran 900 Ton Pembawa 18 Rudal Hipersonik YJ-20
YouTubeAIRSPACE REVIEW – Rincian terbaru mengenai kapal selam nirawak (uncrewed underwater vehicle) berdesain trimaran milik China mulai terungkap. Kapal misterius ini dilaporkan memiliki kemampuan membawa rudal jelajah hipersonik antikapal dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer, yang dinilai dapat menjadi ancaman serius bagi armada Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) jika terjadi konflik di kawasan Pasifik.
Keberadaan kapal ini pertama kali terdeteksi pada akhir tahun 2025 melalui pencitraan satelit. Awalnya, kapal tersebut diidentifikasi sebagai kapal trimaran arsenal semi-kapal selam nirawak. Namun, laporan terbaru dari Naval News menyebutkan bahwa armada ini merupakan kendaraan bawah air otonom sepenuhnya dengan bobot perpindahan (displacement) diperkirakan mencapai 900 ton.
Dilengkapi Rudal Hipersonik YJ-20
Kapal trimaran nirawak ini dilaporkan dibekali dua kompartemen senjata besar yang mampu memuat sekitar 16 hingga 18 unit rudal hipersonik antikapal jenis YJ-20. Senjata aerobalistik tersebut dikabarkan baru saja menyelesaikan tahap uji coba di atas kapal penjelajah rudal milik Angkatan Laut China.
Meskipun spesifikasi pasti dari YJ-20 belum diumumkan secara resmi oleh pihak militer China, para pakar mengestimasi rudal ini sanggup melaju hingga kecepatan Mach 9 (lebih dari 11.000 km/jam) pada fase terminal penerbangan, dengan jarak jelajah mencapai 1.500 hingga 2.000 km.
Kehadiran kapal selam nirawak ini berpotensi mengubah peta kekuatan maritim di Samudra Pasifik. Kapal tersebut dirancang untuk dapat menyelam dan mendekat secara senyap, muncul ke permukaan di perairan terbuka, lalu melepaskan belasan rudal hipersonik ke arah kapal perang atau kelompok tempur kapal induk (carrier strike group) AS sebelum akhirnya kembali menyelam menuju markas.
Karakteristik rudal YJ-20 yang bergerak sangat cepat serta mampu melakukan manuver aktif menjadikannya target yang sangat sulit dihadang oleh sistem pertahanan udara saat ini. Jika China memproduksi dan mengoperasikan armada kapal selam nirawak ini dalam jumlah banyak, hal tersebut dapat memaksa kekuatan Angkatan Laut AS untuk beroperasi jauh lebih jauh dari daratan China, bahkan potensi ancamannya dapat menjangkau wilayah perairan di lepas pantai barat Amerika Serikat.
Pengembangan Armada Laut Nirwawak China
Berdasarkan analisis citra satelit, kapal trimaran ini diperkirakan menggunakan penggerak waterjet atau baling-baling yang didukung oleh generator diesel. Tampak pula keberadaan pipa snorkel yang terhubung ke generator tersebut. Hingga kini, spesifikasi detail lainnya masih dirahasiakan dan kapal diperkirakan masih dalam tahap uji coba intensif.
Langkah ini mempertegas ambisi China dalam mengembangkan berbagai konsep armada laut nirawak terkini. Selain kapal trimaran ini, China baru-baru ini juga diketahui tengah menguji kapal induk (mothership) sepanjang 205 meter yang dirancang khusus untuk mengangkut drone bawah air, serta versi lebih kecil yang telah resmi diluncurkan. (PN)
