Drone Rusia melanggar wilayah udara Polandia, NATO langsung kerahkan F-35 Belanda untuk mencegatnya

F-35 BelandaRNLAF

AIRSPACE REVIEW – NATO pada dini hari tanggal 2-3 September 2025, mengerahkan armada jet tempur siluman F-35 milik Belanda yang sedang bertugas untuk mencegat kawanan drone Rusia yang dideteksi melanggar wilayah udara Polandai.

Peristiwa itu terjadi pada saat Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Ukraina. Insiden ini telah dikonfirmasi oleh Angkatan Bersenjata Polandia.

Jenderal Maciej Klisz, Komandan Operasional Angkatan Bersenjata Polandia dikutip Radio Polskie menyatakan, dua drone Rusia terlacak secara langsung dan tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap penduduk.

Jenderal Wiesław Kukula, Kepala Staf Umum Polandia, menambahkan bahwa drone Rusia telah meninggalkan wilayah udara Polandia tanpa menimbulkan kerusakan.

Pada malam yang sama, Kyiv melaporkan bahwa Rusia meluncurkan lebih dari 500 drone Shahed, disertai puluhan rudal, dalam serangan terhadap infrastruktur energi dan transportasi di 14 wilayah Ukraina.

Serangan Moskow tersebut diklaim mengakibatkan cedera pada pekerja kereta api. Ini merupakan salah satu serangan udara terbesar Rusia dalam beberapa bulan terakhir, yang menyoroti tekanan berkelanjutan pada pertahanan udara di kawasan tersebut.

Menghadapi ancaman Rusia, Pusat Operasi Udara Gabungan NATO di Uedem, Jerman, menerbangkan dua jet tempur F-35 Angkatan Udara Kerajaan Belanda.

Pesawat tersebut, yang tiba di Polandia pada 31 Agustus sebagai bagian dari misi untuk memperkuat sayap timur Aliansi, lepas landas untuk mencegat target, meskipun tidak perlu melepaskan tembakan.

Kementerian Pertahanan Belanda menekankan bahwa tujuan langsung misi tersebut adalah untuk menetralisir drone Rusia jika mereka melintasi perbatasan secara agresif.

Kehadiran F-35 di Polandia dipandang sebagai bagian penting dari strategi NATO untuk memperkuat postur pencegahannya di tengah meningkatnya serangan udara terkait konflik tersebut.

Polandia telah berada dalam siaga tinggi sejak November 2022, ketika sebuah rudal nyasar menghantam desa Przewodów dan menewaskan dua warga sipil.

Baru-baru ini, pada Agustus 2025, ledakan sebuah pesawat nirawak militer di Desa Osiny kembali menimbulkan kekhawatiran.

Para penyelidik menyimpulkan bahwa pesawat nirawak tersebut, yang kemungkinan diluncurkan dari Belarus, membawa bahan peledak dan dimaksudkan untuk membingungkan sistem pertahanan udara.

Insiden serupa juga terjadi di negara-negara lain di sisi timur NATO.

Pada Juli 2025, pesawat tanpa awak rancangan Rusia terbang di atas Vilnius, Lituania, sebelum menabrak area latihan militer dengan muatan peledak.

Insiden-insiden tersebut menunjukkan semakin besarnya tantangan bagi pertahanan udara Eropa akibat meluasnya penggunaan pesawat tanpa awak murah dan sulit dideteksi yang mampu melumpuhkan sistem antirudal canggih.

Rusia telah meningkatkan penggunaan kawanan drone sebagai bagian dari strategi hibrida untuk menekan Ukraina dan NATO. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *