Mengenal helikopter ringan koaksial serbaguna Kamov Ka-26/Ka-126/Ka-226 (Bagian-1)

Ka-26 Ka 126 Ka 226TIstimewa
ROE

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sejak didirikan tahun 1940 oleh Nikolai Ilyich Kamov, biro desain Kamov konsisten merancang wahana sayap putar hingga saat ini.

Helikopter rancangan biro desain Kamov ini identik dengan penggunaan rotor koaksial, model tumpuk dua berputar lawan arah dan tak lagi memerlukan rotor ekor penstabil.

Helikopter koaksial produksi masal pertama mereka adalah heli ringan berawak dua Ka-15 (NATO: Hen) tahun 1952 dan versi empat penumpang Ka-18 (NATO: Hog) pada 1955.

Berdasarkan pengalaman mengembangkan Ka-15/Ka-18 ini, Kamov melansir helikopter ringan baru untuk beragam keperluan dinamai sebagai Ka-26 (NATO: Hoodlum).

Prototipe Ka-26 sukses menjalani penerbangan perdananya pada 18 Agustus 1965 dan mulai diproduksi sejak 1968-1985 dengan total sebanyak 816 unit.

Desain Ka-26 terlihat unik, modelnya mungil dengan kokpit model gelembung yang berisi pilot dan kopilot, ditambah kotak (boks) fleksibel di belakangnya.

Kotak di belakang ini tersedia dalam versi medevac dan pengangkut penumpang. Helikopter dapat terbang dengan atau tanpa kotak yang terpasang.

Mengenai spesifikasinya, Ka-26 diawaki dua orang kru. Kapasitas untuk 6 atau 7 orang ketika modul penumpang dipasang atau muatan antara 900-1.100 kg.

Heli dengan berat lepas landas maksimum 3.250 kg ini ditenagai mesin piston radial Vedeneyev M-14V-26, masing-masing berdaya 242,5 kW (325,2 hp).

Kecepatan maksimumnya 170 km/jam, ketinggian terbang hingga 3.000 m, dan jangkauan 400 km atau durasi 3 jam 42 menit pada kecepatan jelajah antara 90-110 km/jam.

Semasa Uni Soviet Ka-26 kurang populer di kalangan militer, dikarenakan kecepatan dan ruangnya yang terbatas dibandingkan helikopter Mi-2 yang seangkatan.

Ka-26 lebih populer digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian dan perkebunan sebagai wahana penyemprotan hama yang dilengkapi perangkat perangkat crop duster.

Pada masanya, selain di Uni Soviet, Ka-26 juga populer di negara Blok Timur seperti di Hungaria, Rumania, Bulgaria, dan Jerman Timur.

-RBS-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *