Rekor baru akuisisi kilat! AS borong 2.500 drone Skydio X10D dalam 72 Jam
Skydio AIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat AS (US Army) mencetak sejarah dalam pengadaan alutsista otonom. Skydio resmi memenangkan kontrak raksasa senilai lebih dari 52 juta USD untuk memasok 2.500 unit drone X10D.
Ini bukan sekadar kontrak biasa. Kesepakatan ini menjadi akuisisi drone kecil terbesar oleh satu produsen dalam sejarah militer AS.
Menariknya, seluruh proses birokrasi —mulai dari penawaran hingga kontrak resmi— tuntas hanya dalam waktu kurang dari 72 jam.
Kecepatan kilat ini mencerminkan urgensi militer AS dalam mengadopsi drone kecil sebagai alat vital di medan tempur modern.
Belajar dari berbagai konflik global terbaru, drone mini kini menjadi kunci dalam pengawasan hingga pengambilan keputusan taktis di lapangan.
Alih-alih bergantung sepenuhnya pada aset udara besar yang mahal, unit militer kini lebih memilih sistem yang fleksibel.
Skydio X10D dirancang untuk beroperasi langsung di tingkat peleton, memberikan kesadaran situasional secara real-time kepada prajurit tanpa harus menunggu dukungan dari komando tingkat atas.
Salah satu fitur paling menonjol dari X10D adalah kemampuannya beroperasi di lingkungan tanpa sinyal GPS (GPS-denied).
Alih-alih bergantung pada satelit, drone ini menggunakan kamera navigasi terintegrasi untuk memetakan lingkungan sekitarnya secara mandiri.
Selain itu, perangkat ini dirancang tangguh terhadap gangguan elektronik (jamming).
Sistem radio multiband miliknya mampu menyesuaikan frekuensi secara otomatis untuk menjaga koneksi tetap stabil, tantangan yang sering ditemui dalam peperangan elektronik modern.
Dari sisi pengintaian, X10D dibekali kamera visual resolusi tinggi dan sensor termal radiometrik.
Kombinasi ini menjamin operator tetap memiliki visibilitas tajam untuk mendeteksi pergerakan atau memindai medan, baik di bawah terik matahari maupun dalam kegelapan total.
Langkah masif Pentagon ini semakin mempertegas dominasi Skydio sebagai pemain utama drone militer.
Saat ini, solusi Skydio telah digunakan oleh seluruh cabang angkatan bersenjata AS serta 29 negara sekutu lainnya di dunia.
Keunggulan Operasional
Dari sisi performa, Skydio X10D merupakan lompatan besar untuk kelas drone taktis ringan. Pesawat tanpa awak seberat kurang lebih 2,1 hingga 2,4 kg ini mampu mengudara selama 40 menit dengan kecepatan maksimal mencapai 72 km/jam.
Ketangguhannya juga tidak main-main; dengan sertifikasi IP55, drone ini tetap bisa beroperasi stabil meski harus menembus debu atau guyuran hujan ringan di medan tempur.
Inti dari kecanggihan X10D terletak pada unit pemrosesan NVIDIA Jetson Orin yang memungkinkan navigasi otonom berbasis kecerdasan buatan (AI).
Keunggulan utamanya adalah fitur NightSense, yang menjadikannya drone pertama di kelasnya yang mampu terbang otonom dalam kegelapan total.
Menggunakan enam kamera navigasi visual, X10D tetap bisa mendeteksi rintangan 360 derajat tanpa bergantung sedikit pun pada sinyal GPS, sebuah kemampuan krusial saat menghadapi taktik jamming lawan.
Untuk urusan pengintaian, drone ini mengusung sistem sensor modular yang sangat fleksibel. X10D dibekali kamera visual beresolusi tinggi hingga 50 MP dan sensor termal FLIR Boson+ yang 40% lebih sensitif dibanding generasi sebelumnya.
Kombinasi ini memungkinkan operator melakukan pemindaian 3D secara otomatis untuk memetakan struktur bangunan atau posisi musuh dengan detail yang sangat tajam, baik di siang hari maupun malam hari.
Selain itu, aspek keamanan siber menjadi prioritas utama karena X10D telah masuk dalam daftar Blue UAS Cleared List Departemen Perang AS.
Ini menjamin bahwa seluruh komponen dan perangkat lunaknya bebas dari pengaruh manufaktur negara yang dilarang, sekaligus memenuhi standar enkripsi militer yang ketat. Dengan jangkauan operasional hingga 12 km, drone ini memberikan jangkauan pandang yang luas bagi unit tingkat peleton di garis depan.
Tentang Skydio
Berdiri sejak 2014, perusahaan ini didirikan oleh tiga alumni MIT Media Lab yang sebelumnya bekerja di Proyek Wing milik Google. Skydio sudah berpengalaman lebih dari satu dekade di dunia drone.
Pernah menjadi juara lokal Amerika, Skydio merupakan produsen drone terbesar di Amerika Serikat saat ini.
Perusahaan ini menjadi jawaban AS untuk menyaingi dominasi DJI (Tiongkok), terutama setelah adanya kebijakan Blue UAS yang melarang penggunaan drone China untuk instansi pemerintah dan militer AS. (RNS)


Amerika siap2 bangkrut dan menderita