Israel perkenalkan drone intai strategis Heron Mk II di SA 2020

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Israel Aerospace Industries(IAI) baru saja meluncurkan versi baru keluarga drone intai Heron (Bangau) kelas MALE (Medium-Altitude, Long-Endurance) yaitu Heron MK II di ajang Singapore Airshow (SA) 2020.

Drone ini merupakan hasil desain ulang dengan badan pesawat yang lebih besar dibandingkan Heron Mk l. Wahana dengan MTOW 1.350 kg ini juga menggunakan mesin piston baru yang lebih bertenaga seri Rotax 915iS.

Mengutip keteralangan di laman IAI, Heron Mk II dapat terbang hingga ketinggian 35.000. Sedangkan Heron Mk I hanya di 23.000 kaki.

Kecepatan terbangnya mencapai 140 knot, sedangkan Heron Mk I hanya 120 knot. Sementara daya tahan misi (endurance) tetap 45 jam.

Fitur menonjol dari Heron MK II adalah kemampuannya untuk melakukan pengumpulan data intelijen dari jarak puluhan kilometer jauhnya tanpa melintasi perbatasan suatu negara. Hal ini berkat sensornya yang lebih besar dan lebih baik.

BACA  AS Beri Sinyal Setujui Keinginan Irak Beli Helikopter Bersenjata Bell 407GX

Di dalam ruang badannya yang lebih luas, Heron Mk II dapat membawa muatan misi hingga 470 kg. Perutnya dapat memuat terminal komunikasi satelit integral dan komputer misi secara terpisah.

Heron Mk II dapat membawa perangkat misi seperti ELINT, COMINT, ESM, relai komunikasi, radar apertur sintetis (SAR), maupun radar pengawasan maritim.

Muatan yang lebih besar juga memungkinkan Heron Mk II dapat membawa sonobuoy dan detektor anomali magnetik untuk melakukan misi perang antikapal selam.

Heron Mk II juga mengadopsi perangkat komunikasi pita lebar untuk mentransfer data ke stasiun bumi serta teknologi satelit untuk melakukan operasi jarak jauh melalui paket Long Runner. Hal ini memungkinkannya dapat lepas landas dan kembali mendarat tanpa dukungan tenaga kerja manusia.\

Heron MK II
IAI

Menurut riwayatnya, drone intai strategis keluarga Heron mulai dari Mk I diperkenalkan pada 1994. Drone bermesin Rotax 914 ini memiliki MTOW 1.150 kg dan muatan 250 kg.

BACA  Mengenal Ransus PWC-25TL, Panser Kanon Air Buatan Pindad untuk Timor Leste

Kemudian diikuti dengan kehadiran Super Heron ber-MTOW 1.450 kg dan muatan 450 kg yang diperkenalkan dalam ajang Singapore Air Show 2014.

Setelah itu ada kelas teratas yang diisi oleh Heron TP dan Heron TP-XP. Drone ini dibekali mesin turboprop kuat dengan MTOW sama-sama 5.400 kg dan muatan hingga 1.000 kg.

Pada Juni 2019 IAI kembali melansir keluarga terkecil yang disebut T-Heron dengan MTOW 600 kg dan berdaya muat hanya 180 kg.

IAI Heron MK II
IAI

Di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik, Heron Mk I telah digunakan oleh Angkatan Udara Singapura (RSAF) sebanyak dua unit dan AU Australia (RAAF) yang pernah menyewa dua unit Heron Mk I tahun 2009.

AU Negeri Kanguru menggunakan Heron Mk I dalam operasi militer di Afganistan. Salah satunya digunakan dalam Operation Slipper bulan November 2014.

BACA  Lagi, Singapura Perkenalkan Ranpur Baru Berawak dan Tak Berawak

Pada Juni 2017, kedua Heron Mk I resmi selesai berdinas.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *