Boeing unjuk kebolehan drone S-100 Camcopter di hadapan US Army

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pabrik pesawat Boeing baru-baru ini mendemonstrasikan drone helikopter S-100 Camcopter di hadapan Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army).

Demonstrasi terkait program modernisasi pesawat helikopter AD AS baik yang berawak maupun tanpa awak yang dikenal sebagai FVL (future vertical lift).

Seperti ditayangkan Boeing di akun twitter-nya pada 6 April 2020, dalam unjuk kebolehan ini S-100 Camcopter melakukan simulasi membawa paket kargo kecil berisi darah dan amunisi. 

Disebutkan, S-100 mampu membawa muatan antara 34-50 kg selama 6 jam lebih penerbangan. 

Selama misi uji coba, S-100 melakukan penerbangan sebanyak 31 kali. Drone terbang pergi pulang secara mandiri.

Drone S-100 sendiri aslinya dibuat oleh Schiebel Industries dari Austria. Boeing membuat kontrak pemasaran bersama S-100 dengan Schiebel pada 2009.

Schiebel mengembangkan Camcopter untuk berbagai kegunaan baik untuk peran sipil maupun militer.

Drone dapat digunakan sebagai wahana pemantauan jaringan kabel listrik, survei kehutanan dan pertanian, maupun sinematografi udara.

S-100 juga digunakan sebagai platform intelijen, pengawasan dan pengintaian (ISR) militer, baik untuk peran pengawasan maritim maupun wilayah darat.

Dengan kemampuan terbang mendarat secara vertikal, S-100 dapat dioperasikan dari mana pun, termasuk dari atas kapal. Dibutuhkan waktu persiapan 15 menit saja sebelum drone mengudara.

camcopter
Boeing

Untuk spesifikasinya, S-100 Camcopter memiliki panjang 3,11 m, lebar 1,24 m, tinggi 1,12 m, dan diameter rotor utama 3,4 m.

S-100 memiliki berat lepas landas maksimum (MTOW) 200 kg. Drone ditenagai mesin Diamond berdaya 55 ps

Kecepatan terbang maksimumnya mencapai 220 km/jam dengan ketinggian terbang hingga 5.500 meter serta jangkauan 180 km.

Sejak diperkenalkan pada 2005, total sebanyak 200 drone ini telah dibuat. Penggunanya datang dari Uni Emirat Arab, Libia, Yordania, China, Italia, Jerman, Rusia, dan Australia. 

Rangga Baswara Sawiyya

Editor: ron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *