Lockheed Martin hentikan sementara produksi F-35 di pabrik Mitsubishi

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Lockheed Martin telah menghentikan sementara produksi jet tempur siluman F-35 Lightning II di pabrik Mitshubishi Heavy Industries (MHI) Jepang. Pentagon mengatakan, penghentian sementara ini akibat wabah COVID-19 yang telah melanda Negeri Matahari Terbit.

Sementara itu, sejumlah pekerja F-35 di pabrik Leonardo, Italia terpaksa dirumahkan namun tetap mengerjakan pekerjaan kantor dari rumah.

Hal itu dikatakan Ellen Lord pejabat dari Badan Pengadaan dan Keberlanjutan Departemen Pertahanan AS dalam suatu konferensi di Washington hari Rabu sebagaimana Airspace Review kutip dari pemberitaan Defense One.

Dikatakan, penghentian sementara produksi F-35 selama satu minggu di Jepang diharapkan tidak akan mengganggu jadwal pengiriman pesawat yang telah ditetapkan.

Di fasilitas MHI, hanya F-35 pesanan Jepang saja yang dibuat.

Jepang telah mengoperasikan 12 F-35A dari pesanan 147 pesawat generasi kelima ini. Sebanyak 42 pesawat yang dipesan merupakan varian STOVL F-35B.

Produksi utama pesawat F-35 dilakukan Lockheed Martin di Forth Worth, Texas. Namun sejumlah pesawat dirakit di Jepang dan Italia.

Juru Bicara Lockheed Martin Brett Ashworth mengatakan, pihaknya telah melakukan tindakan darurat untuk mengalihkan beberapa pekerjaan produksi F-35 di Jepang dan Italia.

F-35B italian navy
Lockheed Martin

Ditegaskan, perusahaan mengutamakan faktor kesehatan pekerja. Lockheed Martin juga telah melarang sementara para pekerja untuk mengunjungi Italia dan menolak kedatangan para pekerja dari wilayah utara Negeri Pizza sesuai aturan pemerintah.

Angkatan Udara Italia telah mengoperasikan 9 F-35A dari 60 unit rencana pesanan plus 15 F-35B.

Sementara Angkatan Laut Italia memesan 15 F-35B. Pesawat pertama F-35B hasil rakitan Leonardo telah diterima Italia pada 2018.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *