Sukses Uji Penembakan, Saab dan Boeing Siap Produksi Bom Diameter Kecil Luncur Darat

AIRSPACE REVIEW (angkasareview.com) – Jalinan kerja sama Saab dan Boeing semakin kental dengan suksesnya pelaksanaan uji coba penembakan ketiga bom diameter kecil luncur darat (ground-launched small diameter bomb – GLSDB) di Pusat Uji Andoya, Norwegia pada 26 September lalu.

Uji coba pertama dan kedua, masing-masing dilaksanakan pada 2015 dan 2017.

Dengan telah dilaksanakannya pengujian ini, kini kedua perusahaan asal Swedia dan Amerika Serikat itu bersiap untuk melaksanakan produksi massal GLSDB.

GLSDB merupakan perpaduan antara Bom GBU-39 SDB dengan roket M26. Senjata baru ini sangat fleksibel karena dapat diluncurkan menggunakan kontainer peluncur roket multilaras macam M270 HIMARS maupun K239 Chunmoo.

Dalam uji coba di Ardoya, GLSDB mampu menghancurkan sasaran sejauh 130 km. Trayektori, jarak jangkau, dan akurasi GLSDB dinilai baik sehingga senjata ini dapat digunakan untuk menghancurkan sasaran dalam jarak jauh dan bahkan terhadap sasaran di belakang gunung.

Karena diluncurkan menggunakan kontainer peluncur roket, GLSDB pun bisa digunakan sebagai senjata di kapal perang permukaan.

GLSDB
Saab

Kerja sama Boeing dan Saab, sebelum ini telah menorehkan tinta emas karena berhasil memengani kontes jet latih T-X untuk Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).

Jet latih yang telah resmi mendapatkan nama T-7 Red Hawk ini akan menggantikan seluruh jet latih T-38 Talon milik USAF.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *