Ditendang dari Program F-35, Turki Akan Gunakan Rudal F-35 untuk Drone Tempur Dalam Negeri

AIRSPACE-REVIEW.com – Terhempas dari negara pendukung Program F-35 akibat ditendang oleh Amerika Serikat (AS), Turki menyatakan akan menggunakan persenjataan yang disiapkan untuk Lightning II sebagai senjata drone buatan mereka.

Pilihan kedua, Ankara akan menjual persenjataan tersebut kepada negara lain yang berminat.

Menteri Teknologi dan Industri Turki Mustafa Varank mengatakan hal itu dalam jumpa pers pada acara National Sky Observation Festival ke-22 di Antalya.

Dikutip dari pemberitaan Sputniknews.com (4/8), persenjataan yang dimaksud Varank adalah rudal jelajah SOM-J yang memang diproduksi di dalam negeri Turki untuk F-35.

Untuk diketahui, SOM-J merupakan rudal turunan dari keluarga rudal jelajah SOM yang dikembangkan Turki pertama kali pada 2006. Rudal ini mulai digunakan sejak 2017. Rudal SOM dibuat oleh TUBITAK SAGE dan Roketsan.

BACA  Cetak Pencapaian, Airbus Serahkan Pesawat A320neo ke-1.000
Lockheed Martin

Sementara rudal jelajah SOM-J dibuat khusus untuk F-35 dan dikembangkan secara bersama oleh Turki dengan Lockheed Martin dari Amerika Serikat.

Rudal berbobot 600 kg dan berdaya jangkau 250 km ini akan dibawa F-35 di dalam rak senjata internal pesawat siluman generasi kelima itu.

Dikatakan Varank, SOM-J dapat saja digunakan sebagai senjata bagi Akinci (Raider) UAV buatan Baykar Makina.

Airspace Review pada 17 Juni 2018 pernah memberitakan, pesawat nirawak ini dijadwalkan akan mulai beroperasi tahun depan sebagai drone bersenjata alias UCAV.

Ankara dikeluarkan Washington dari koalisi Program F-35 setelah membeli sistem pertahanan udara S-400 Triumf dari Moskow.

BACA  Kabin eksekutif mewah Aurus di helikopter Ansat dapat sertifikasi
Rudal Jelajah SOM

Turki bahkan sudah menerima lengkap pengiriman kelompok pertama S-400 pada Juli lalu yang akan dilanjutkan dengan pengiriman S-400 kelompok kedua.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, S-400 Triumf akan dioperasikan secara penuh oleh Turki mulai April tahun depan.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *