Rusia tangguhkan kerja sama dengan ISS sampai sanksi dicabut

International Space StationNASA

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Badan antariksa Rusia Roscosmos telah mengumumkan bahwa mereka menangguhkan kerja sama terkait dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Hal itu dilakukan sebagai tanggapan atas sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia oleh masyarakat internasional.

Kepala Roscosmos Dmitry Rogozin mengatakan, tujuan dari diberlakukannya sanksi tersebut adalah untuk membunuh ekonomi Rusia dan membuat Rusia bertekuk lutut.

Ditambahkan, Roscosmos akan mempresentasikan garis waktu untuk penyelesaian proyek saat ini ke Kremlin.

Pemulihan hubungan normal antara mitra ISS dan proyek lain, lanjutnya, hanya dimungkinkan dengan pencabutan sanksi terhadap Rusia.

Secara umum, ISS melibatkan partisipasi lima lembaga antariksa yang berbeda, yaitu NASA (Amerika Serikat), Roscosmos (Rusia), JAXA (Jepang), ESA (Eropa), CSA (Kanada), dan Russian Orbital Segment (ROS) untuk panduan penanganan dan navigasi seluruh stasiun.

Sebagian besar astronot di ISS saat ini kembali ke Bumi dengan penerbangan Soyuz Rusia.

SpaceX Crew Dragon milik Elon Musk juga mengangkut kru ke stasiun luar angkasa dan telah melakukan empat kunjungan sejak pelayaran perdananya pada 2020.

Di ISS saat ini terdapat tiga astronot dari Amerika (Kayla Barron, Thomas Marshburn, Raja Chari), tiga kosmonot dari Rusia (Oleg Artemyev, Denis Matveev, Sergey Korsakov), dan satu astronot dari Jerman (Matthias Maurer).

Bulan lalu, Roscosmos membatalkan peluncuran satelit yang sudah direncanakan untuk OneWeb sebagai pembalasan atas sanksi Inggris terhadap Rusia.

Rusia juga semakin terisolasi dari platform digital dan keuangan karena pemroses pembayaran utama telah meninggalkan negara itu.

Hal lainnya, Google telah menghentikan pembayaran toko aplikasi atau monetisasi untuk konten-konten yang diproduksi Rusia.

-Poetra-

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *