Batik Air tetapkan Captain Wisnu Wijayanto sebagai Direktur Utama yang baru

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Batik Air (kode penerbangan ID), anggota Lion Air Group, menetapkan Captain Wisnu Wijayanto sebagai Direktur Utama (Chief Executive Officer/CEO) Batik Air yang baru.

Capt. Wisnu menggantikan Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama Batik Air Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi.

Captain Daniel Putut selanjutnya kembali mengemban tugas sebagai Direktur Pelaksana (Managing Director) Lion air Group yang bertanggungjawab untuk merencanakan operasi strategis serta memastikan tujuan perusahaan jangka pendek, jangka menengah, serta jangka panjang..

Sebelumnya, jabatan Dirut Batik Air diemban oleh Capt. Achmad Lutfhie yang beberapa waktu telah berpulang.

Sementara Capt. Wisnu Wijayanto merupakan bagian dari tim kepemimpinan senior di Lion Air Group.

Pada Januari 2014 – Januari 2017 ia mengemban tugas sebagai Direktur Safety, Security and Quality Assurance Batik Air.

Setelah itu ia menjabat sebagai Direktur Utama Fasilitas Kebandarudaraan (Airport Facility)  PT Angkasa Aviasi Servis, anggota dari Lion Air Group yang bertanggungjawab terhadap operasional layanan penumpang, barang, kargo dan pesawat selama di darat.

Batik Air dalam keterangan perusahaan yang diterima Airspace Review hari ini mengatakan, Penetapan Capt. Wisnu Wijayanto sebagai Direktur Utama Batik Air telah dilaksanakan pada 20 Mei 2021 bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional.

Batik Air

Capt. Wisnu Wijayanto, lanjutnya, mulai menjalankan misi Batik Air sebagai operator penerbangan untuk menyediakan penerbangan berkonsep premium (full service airlines).

Sebagai Pejabat Eksekutif tingkat tertinggi, pria lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2000 dan mantan penerbang di Skadron Udara 2 TNI AU ini akan lebih fokus pada kelancaran fungsi korporasi, profitabilitas perusahaan, dan fungsi serta target perusahaan sehari-hari.

Sebagai pilot Capt. Wisnu saat ini masih memegang type rating Airbus A320, Boeing 737-800NG, dan Boeing 737-900ER.

Sementara mengenai Batik Air, saat ini mengoperasikan 44 pesawat Airbus 320-200CEO, 6 Boeing 737-900ER, 25 Boeing 737-800NG, dan 1 A320-200NEO.

Tantangan perusahaan di tengah pandemi COVID-19

Tugas Capt. Wisnu memimpin Batik Air tidaklah mudah mengingat saat ini seluruh maskapai di dunia menghadapi masalah yang sama akibat terdampak pandemi COVID-19 yang mengakibatkan efek buruk pada keuangan perusahaan.

Dengan kata lain, Capt. Wisnu mendapat tantangan untuk menciptakan peluang-peluang bagi pengembangan bisnis perusahaan.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *