Masuk gurun, tahun 2022 USAF pensiunkan 48 F-15C/D dan 47 F-16C/D blok tua

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Tahun 2022 alias tahun depan, Angkatan Udara AS (USAF) akan memensiunkan sedikitnya 48 F-15C/D Eagle dan 47 F-16C/D Block 25 dan Block 32 Fighting Falcon.

Rencana ini telah tertuang dalam proposal yang diajukan oleh Departemen Pertahanan AS (Pentagon) untuk program Tahun Anggaran 2022 kepada Kongres AS.

Sebagai gantinya, USAF mengajukan permintaan anggaran di tahun 2022 untuk membeli 48 F-35A.

Di tahun 2022, USAF juga mengajukan anggaran untuk menambah 12 F-15EX. Jumlah ini untuk menambah pembelian 8 F-15EX yang anggarannya telah disetujui tahun 2020 dan 12 F-15EX tahun 2021.

Khusus untuk F-35, permintaan tambahan anggaran juga diajukan oleh US Navy.

US Navy mengajukan anggaran untuk membeli 15 F-35C untuk dirinya dan 5 F-35C serta 17 F-35B untuk Korps Marinir AS (USMC).

Total, sebanyak 85 F-35 diajukan anggaran pembeliannya oleh USAF dan US Navy.

Pengadaan F-35 di tahun 2022 berjumlah enam unit lebih banyak daripada permintaan anggaran pembelian pesawat ini di Tahun Anggaran 2021.

F-16 Block 30USAF

F-16 Block 30 dalam penerbangan di Korea tahun 2008.

Untuk AL AS, US Navy tidak mengajukan permintaan untuk menambah F/A-18E/F Super Hornet. Sebab, matra laut Paman Sam ini mengalihkan fokusnya ke program Next Generation Air Dominance (NGAD) yang digagas oleh USAF.

US Navy juga ingin mempercepat pensiunnya armada F/A-18A/B/C/D Hornet yang tersisa dan menggantinya dengan sejumlah jet F-16 bekas pakai USAF.

Hal ini sejalan dengan akan dipensiunkannya 124 F-16 “Pra-Blok” alias F-16 di bawah Block 40 yang masih dimiliki oleh USAF, yaitu Block 25 dan Block 32 di tahun 2026.

Hal itu setara dengan dihapuskannya enam skadron F-16 tua di jajaran USAF.

Program NGAD dan pembom B-21 Raider

Untuk mendukung program NGAD, di tahun 2022 USAF mengajukan anggaran 1,5 miliar, terpisah dengan pengajuan dari US Navy untuk program yang sama.

Jumlah ini merupakan peningkatan sekitar 623 juta dolar AS dibandingkan pengajuan di tahun 2021 untuk pendanaan NGAD.

USAF saat ini disebut-sebut telah menghasilkan satu unit pesawat demonstran NGAD, namun wujudnya belum diperlihatkan kepada publik.

Program lainnya di tahun 2022, USAF ingin memensiunkan 42 unit pesawat serang A-10 Thunderbolt II. Dengan pengurangan ini, maka armada A-10 akan berjumlah 239 unit dari 281 unit saat ini.

Pengajuan anggaran terbesar USAF untuk Tahun 2022, adalah program melanjutkan pekerjaan membuat pembom siluman B-21 Raider. Yaitu sebesar 2.873 miliar dolar AS.

Pembom B-21 RaiderUSAF

B-21 Raider.

Jumlah tersebut meningkat 30 juta dolar dari permintaan di Tahun Anggaran 2021 untuk program yang sama.

USAF berencana membeli 145 unit pembom B-21 di tahun-tahun mendatang.

Sementara untuk mendukung program B-52H, USAF mengajukan anggaran 716 juta di tahun 2022. Jumlah ini meningkat dari 483 juta USD yang diajukan tahun 2021.

Anggaran itu, kata USAF, adalah untuk mengganti mesin, meningkatkan radar, dan sistem komunikasi.

Program pesawat tanker

Untuk pesawat tanker, USAF ingin memensiunkan 18 KC-135R dan 14 KC-10A. Sebagai gantinya, USAF ingin menambah lagi 14 tanker KC-46A Pegasus yang saat ini pengembangannya masih menghadapi beberapa kendala.

Secara keseluruhan, di Tahun Fiskal 2022, pemerintahan Presiden Joe Biden melalui Departemen Pertahanan mengajukan proposal anggaran militer sebesar 715 miliar dolar AS.

KC-46A refuels B-2 SpiritChristian Turner

Jumlah ini meningkat 10 miliar dolar AS atau sekira 2% dari anggaran yang diajukan tahun 2021.

Rincian anggaran dan jenis-jenis persenjataan yang akan diakuisisi maupun dihapus oleh Pentagon dirilis secara terbuka dan diberitakan oleh media-media AS.

RNS

One Reply to “Masuk gurun, tahun 2022 USAF pensiunkan 48 F-15C/D dan 47 F-16C/D blok tua”

  1. F16 C/D blok 25/30, thn 2022 akan dipensiunkan Amrik. Olh kita didandani dan dipoles, akan dipakai palng tdk hingga 2030.
    Sedih gak sih dengarnya…. tapi hrs diterima krn kemampuan kita memang segitu.
    Sebaiknya yg pasti2 sajalah, gak usah ngoyo dgn efek deterrent segala.
    Kan diam itu emas….
    Sadarilah gak mungkin bisa sejajar dgn RSAF n RAAF, jika mash berorientasi kpd Amrik….dan sadari juga bhw kita tdk sekaya mereka…
    Jadi… sekali lagi… jangan ngoyo lah.
    Apalagi jika ujung2nya akan memberatkan rakyat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *