Kilas Balik, Jenderal Keys: Saya Ingin 381 F-22 Raptor

SAAT merayakan HUT ke-60 USAF pada 18 September 2007, Panglima Komando Tempur Udara (Air Combat Command – ACC) Jenderal Ronald Ellis Keys ditanya media mengenai harapannya sebagai pucuk tertinggi di garda tempur udara Paman Sam.

Jenderal flamboyan berusia 62 tahun (kini 72) yang kenyang jam terbang di pesawat A-10 Thunderbolt II, F-4 Phantom II, F-15 Eagle, dan F-16 Fighting Falcon itu memberikan jawaban tegas, “Saya ingin 381 F-22 Raptor!”

Keys beralasan, USAF harus dilengkapi penempur paling modern dalam jumlah yang memadai guna menggantikan peran armada-armada tempur udara yang sudah menua.

“Ibaratnya, di sini saya seperti pebalap yang harus melaju kencang di jalanan bebas hambatan tapi saya hanya mengandalkan mobil-mobil lawas berusia empat dekade,” ujarnya.

admin | Airspace Review

Sang jenderal menyoroti, pesawat-pesawa tempur USAF selain sudah termakan usia juga penggunaan jam terbangnya habis terkuras dalam perang di Irak dan Afghanistan.

Tidak hanya jet tempur, Keys juga menyoroti kekuatan pesawat pengebom serta armada pencarian dan pertolongan (SAR) yang menurun kesiapannya. Sehingga, tingkat perawatan pesawat meningkat lebih 87 persen dibanding sepuluh tahun sebelumnya.

“Tapi semua itu dilema. Ini soal anggaran (yang kurang).”

Sebagai penerbang tempur sejati yang dalam keseharian kerjanya di Langley Air Force Base lebih suka mengenakan pakaian terbang (flight suit) ketimbang pakaian dinas harian, Jenderal Keys berharap Pemerintah AS dapat mematok angka 381 unit untuk F-22 dan bukan 183 seperti diputuskan pemerintahan Presiden George W. Bush kala itu.

Namun, harapan tinggal harapan, Kongres AS sendiri memang tidak bisa mengabulkan keinginan ACC untuk memiliki Raptor lebih banyak dari yang ditetapkan Pentagon. Cukup 183 pesawat saja.

Jenderal bintang empat yang membawahi 105.000 personel dengan 1.200 pesawat tersebar di 27 wing tempur di 17 pangkalan udara itu hanya bisa menerawang.

USAF

Di ambang masa pensiunnya kala itu, Keys berkeinginan USAF punya kekuatan yang tidak terkalahkan oleh siapa pun. Dan itu tidak bisa hanya dengan mengandalkan pesawat-pesawat lama yang sudah mulai uzur.

Tentang F-22, kemunculannya diawali dengan adanya permintaan dari USAF akan pesawat tempur canggih baru dalam program Advanced Tactical Fighter (ATF) yang digulirkan tahun 1981.

Proyek dengan sandi “Senior Sky” untuk mengganti peran F-15 dan F-16 ini pada akhirnya melahirkan pesawat tempur siluman generasi kelima F-22 Raptor buatan Lockheed Martin. Pesawat ini pula yang diklaim Amerika Serikat sebagai raja udara abad modern dan hanya digunakan oleh USAF.

Prototipe YF-22 terbang perdana pada 9 September 1997. Desember 2005 gelombang pertama F-22 Raptor mulai dikirimkan ke skadron operasional perdananya yakni Skadron Tempur ke-27, Wing Tempur ke-1, di Langley Air Force Base, Virginia. RONI SONTANI | ANGKASA REVIEW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *