China memproduksi jet tempur J-8 Finback-A dan J-8B Finback-B, temukan perbedaannya
PLAAFAIRSPACE REVIEW – Dengan bekal pengalaman yang cukup panjang dalam memproduksi jet tempur J-5 (MiG-17) dan J-6 (MiG-19) di bawah lisensi dari Uni Soviet, Pemerintah China mempercayakan pabrik pesawat Shenyang untuk merancang dan memproduksi jet tempur asli dalam negeri.
Dinamai J-8, pesawat baru ini didapuk sebagai jet buru sergap berkecepatan tinggi dan berjangkauan tempur jauh, guna menghadapi pesawat pengintai ketinggian tinggi dan pengebom strategis di dekat perbatasan China.
Secara tampilan, desain J-8 menyerupai MiG-21 yang juga diproduksi di dalam negeri oleh pabrik pesawat Chengdu sebagai J-7.
Namun dimensi J-8 jauh lebih besar dari J-7, dengan panjang 21 m dan rentang sayap 9,4 m, dibandingkan J-7 dengan panjang 14,8 m dan rentang sayap 8,3 m. Selain itu J-8 mengadopsi dua mesin, sementara J-7 bermesin tunggal.
Prototipe asli J-8 yang dijuluki NATO sebagai Finback-A, sukses melakukan terbang perdana pada 5 Juni 1969, yang dikategorikan sebagai jet tempur generasi ketiga.
Sedangkan varian baru J-8ll atau J-8B yang dijuluki Finback-B dan mengadopsi saluran udara (air intake) baru samping menggantikan saluran udara kerucut hidung, sukses terbang perdana pada 12 Juni 1984, mewakili jet tempur generasi keempat pertama buatan China.
Peningkatan Radar dan Avionik
J-8 versi awal memiliki keterbatasan serius akibat penggunaan radar primitif yang hanya mampu mengukur jarak serta minimnya avionik modern.
Operasionalnya terutama terbatas pada kondisi penerbangan siang hari sesuai aturan VFR (Visual Flight Rules).
Pada J-8II, pemindahan saluran masuk udara ke sisi samping pesawat menciptakan ruang yang luas di bagian hidung. Hal ini memungkinkan pesawat untuk dilengkapi radar pengendali tembakan pulse-Doppler berukuran besar, seperti jenis Type 208.
Varian generasi terakhirJ-8IIL, bahkan telah mendapatkan peningkatan khusus, dilengkapi dengan glass cockpit canggih dan mampu beroperasi dalam segala cuaca, serta mendapatkan sistem data-link modern.
Persenjataan Lebih Kuat
J-8 versi awal dipersenjatai dengan sepasang kanon internal 30 mm dan hanya dapat membawa rudal jarak pendek inframerah model lama seperti PL-2.
Sedangkan J-8II/J-8IIL, beralih menggunakan dua kanon 23 mm (Type 23-3) dan memiliki gantungan senjata (hardpoint) yang telah ditingkatkan secara signifikan.
Baca Juga: China ganti jet tempur tua di lima Komando Teater dengan J-16 yang canggih
Varian J-8lIL mampu meluncurkan rudal modern jarak jauh di luar jangkauan visual (Beyond-Visual-Range atau BVR), seperti PL-12 yang menggunakan pemandu radar aktif, serta berbagai jenis amunisi serangan darat berpemandu presisi.
Finback-B ditenagai dua mesin turbojet afterburning Guizhou WP-13B. Mesin ini menghasilkan daya dorong signifikan pada ketinggian tinggi, dengan kecepatan maksimum 2,2 Mach atau setara 2.300 km/jam.
Ketinggian operasional maksimum pesawat pada 18.000 m, dan jangkauan tempur 1.000 km (bervariasi tergantung pada tangki bahan bakar eksternal dan muatan).
Meskipun dikategorikan jet tempur generasi keempat, varian F-8llL secara performa dan teknologi dianggap masih kalah dibandingkan jet tempur sekelasnya seperti F-15C dari Amerika Serikat atau MiG-31 Rusia.
Pesawat tempur Barat telah menggunakan teknologi canggih seperti kendali FBW (fly-by-wire), radar AESA (Active Electronically Scanned Array), perangkat peperangan elektronik (EW) terintegrasi, dan sistem HMS (Helmet-Mounted Sighting) untuk kesadaran situasional yang lebih unggul. (RBS)
.
