Beli 12 kapal selam Type 212CD dari Jerman, Kanada siapkan pemburu monster besi di Arktik

Kapal selam TKMS 212CD dari JermanTKMS
Kapal selam TKMS 212CD dari Jerman.

AIRSPACE REVIEW – Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan keputusan strategis untuk mengakuisisi 12 kapal selam Type 212CD (Common Design) dari konsorsium Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS).

Armada tempur bawah air ini untuk menggantikan armada kelas Victoria yang kian menua dan dihantui kendala teknis. Nantinya, kapal-kapal selam baru ini akan disiapkan sebagai pemburu monster besi bawah air di Arktik.

Kesepakatan pengadaan sebanyak 12 unit kapal selam dengan kontrak awal senilai 12 miliar USD (sekitar Rp217 triliun) ini, akan memerlukan total biaya siklus hidup termasuk pemeliharaan selama setengah abad yang diproyeksikan mencapai angka 70 miliar USD (sekitar Rp1.265 triliun).

Angka masif ini mencerminkan komitmen kabinet Carney untuk meningkatkan belanja pertahanan negara hingga mencapai 5% dari PDB pada tahun 2035.

Lompatan Teknologi dan Kesiapan Arktik

Pilihan Jerman terhadap Type 212CD dari Jerman ini secara otomatis menumbangkan pesaing kuatnya asal Korea Selatan, Hanwha Ocean, yang menawarkan KSS-III Batch II.

Faktor utama yang memenangkan rancangan Jerman ini adalah rekam jejak lini teknologi bawah air Jerman yang andal serta telah diadopsi secara resmi oleh Angkatan Laut Jerman dan Norwegia.

Dibandingkan dengan pendahulunya (Type 212A), versi CD (Common Design) ini mengalami modifikasi besar-besaran dengan peningkatan bobot benaman sebesar 65% menjadi sekitar 2.750 ton di permukaan dan panjang mencapai 240 kaki (73,15 m).

Kapal ini dilengkapi dengan sistem Air-Independent Propulsion (AIP) termutakhir serta baterai generasi baru berbasis Litium-Ion yang melipatgandakan kecepatan, jangkauan, dan ketahanan menyelam.

Baca Juga: Cetak biru terbit, Korea Selatan targetkan kapal selam nuklir pertama meluncur 2030-an

Berbeda dengan kapal selam kelas Victoria sebelumnya, Type 212CD dioptimalkan secara khusus dengan lambung berbentuk berlian (diamond-shape) untuk mengurangi jejak sonar pita lebar serta kemampuan penetrasi es padat.

Kemampuan taktis ini mutlak diperlukan oleh Royal Canadian Navy demi memantau kawasan Arktik yang kini kian diperebutkan secara geopolitik oleh Rusia dan Tiongkok.

Secara teknis, kapal selam Type 212CD kanada memiliki bobot permukaan 2.750 Ton (65% lebih besar dari Type 212A). Kapal dilengkapi dengan enam tabung torpedo kaliber 533 mm.

Poros Strategis dengan Eropa

Keputusan pertahanan ini tidak hanya murni persoalan spesifikasi militer, melainkan sebuah manuver diplomatik dan ekonomi makro.

Jerman berhasil meyakinkan Kanada melalui paket timbal balik industri (industrial offsets) yang sangat menggiurkan. Berlin membuka peluang bagi galangan kapal lokal Kanada untuk merakit komponen internal atau bahkan memproduksi utuh sebagian kapal selam tersebut.

Lebih dari itu, kesepakatan ini mengikat kerja sama lintas sektor antara kedua negara. Jerman menyatakan minatnya untuk mengakuisisi pesawat misi khusus buatan pabrikan Kanada, Bombardier, serta membuka akses investasi pada sektor kecerdasan buatan (AI), produksi baterai, dan penambangan tanah jarang (rare earths) di Kanada.

Langkah ini sekaligus mempertegas poros baru kebijakan pertahanan Ottawa yang mulai mendiversifikasi pengadaan alutsistanya ke Eropa guna mengurangi ketergantungan tradisional terhadap Amerika Serikat (terlebih karena AS saat ini tidak memproduksi kapal selam konvensional non-nuklir).

Selain proyek bawah air ini, Kanada dilaporkan tengah melirik potensi jet tempur Eropa seperti Saab Gripen E dari Swedia serta konsorsium Global Combat Air Program (GCAP) pimpinan Inggris untuk mendampingi armada F-35A mereka.

Unit Pertama Akan Diterima Tahun 2035

Secara geopolitik, integrasi armada antara Kanada, Jerman, dan Norwegia yang mengoperasikan tipe kapal selam serupa akan mempermudah standardisasi logistik, latihan bersama, dan taktik ofensif di High North.

Kerja sama ini diperkuat oleh fakta bahwa ketiga negara juga mengoperasikan pesawat patroli maritim P-8 Poseidon, menciptakan jaringan pemburu kapal selam (Anti-Submarine Warfare) yang sangat terintegrasi.

Kehadiran Type 212CD secara masif akan sangat memperkuat pemantauan di celah strategis GIUK (Greenland, Iceland, United Kingdom) Gap, yang merupakan rute utama kapal selam Rusia untuk merangsek masuk ke Samudra Atlantik terbuka.

Di samping itu, armada baru ini akan difungsikan untuk mendeteksi ancaman sabotase terhadap infrastruktur kritikal bawah laut, seperti kabel komunikasi trans-atlantik dan pipa energi, yang menjadi fokus keamanan utama NATO menyusul berbagai insiden mencurigakan di Laut Baltik dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Kanada menargetkan unit pertama dari 12 kapal selam mutakhir ini dapat diserahterimakan selambat-lambatnya pada tahun 2035. Kesepakatan ini menandai dimulainya era baru modernisasi angkatan laut Kanada terbesar dalam beberapa generasi. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *