Cetak biru terbit, Korea Selatan targetkan kapal selam nuklir pertama meluncur 2030-an

Korea Selatan luncurkan proyek kapal selam nuklirMND

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Korea Selatan secara resmi telah mengumumkan cetak biru strategis yang menandai tonggak sejarah baru dalam kekuatan militer mereka.

Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Korea Selatan menerbitkan dokumen bertajuk “Rencana Dasar Pengembangan Kapal Selam Bertenaga Nuklir Republik Korea”. Proyek berskala masif ini diberi nama Proyek Jang Bogo-N (KSS-N).

Langkah ini akan membawa Korea Selatan masuk ke dalam kelompok elite dunia yang mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir (SSN), yang saat ini hanya diisi oleh segelintir negara yaitu Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, Prancis, dan India.

Dalam dokumen tersebut, MND menjelaskan bahwa kapal selam bertenaga nuklir domestik ini akan menawarkan “peningkatan kemampuan operasional yang sangat dramatis” jika dibandingkan dengan armada kapal selam bertenaga diesel-listrik yang saat ini dimiliki Angkatan Laut Korea Selatan (ROKN).

Berbeda dengan kapal selam konvensional yang harus sering muncul ke permukaan atau menggunakan snorkel untuk mengisi baterai, teknologi propulsi nuklir memungkinkan kapal selam baru ini menetap di bawah air dalam waktu yang hampir tidak terbatas.

Kapal selam baru akan memiliki jangkauan operasional tanpa batas dan hanya dibatasi oleh pasokan makanan untuk kru.

Kapal mampu bergerak lebih jauh, lebih cepat, dan memiliki kelincahan bawah air yang superior dan memaksimalkan kemampuan siluman (elusiveness) agar sulit dideteksi oleh musuh.

Meskipun ini adalah pertama kalinya Seoul merambah ke teknologi propulsi nuklir untuk aplikasi militer, Korea Selatan akan memanfaatkan keunggulan sektor nuklir sipil dan industri galangan kapal komersial mereka yang sudah sangat maju untuk merancang dan membangun kapal-kapal ini secara mandiri.

Dorongan utama di balik keputusan dramatis Seoul ini adalah situasi geopolitik yang kian memanas di Semenanjung Korea.

Korea Utara terus mengembangkan persenjataan nuklirnya secara masif, termasuk berbagai sistem pengiriman rudal.

Terlebih lagi, terdapat kekhawatiran bahwa Pyongyang tengah mengejar program kapal selam bertenaga nuklirnya sendiri dengan bantuan teknologi dari Rusia.

Melalui program kapal selam bertenaga nuklir ini, Korea Selatan berniat memperkuat sistem pertahanan “Underwater Kill Chain”, sebuah strategi untuk mendeteksi, melacak, dan menetralisir kapal selam atau ancaman rudal Korea Utara sebelum mereka sempat diluncurkan.

Selain itu, langkah ini dinilai meletakkan dasar bagi opsi pencegahan nuklir berbasis laut di masa depan (sea-based nuclear deterrent).

Proyek Jang Bogo-N merupakan megaproyek jangka panjang berskala nasional.

Pemerintah memperkirakan proses konstruksi unit pertama akan memakan waktu hingga 10 tahun, dengan target peluncuran pada pertengahan dekade 2030-an.

Program komprehensif ini diproyeksikan mencakup siklus pengembangan industri selama kurang lebih 40 tahun (10 tahun pembangunan dan lebih dari 30 tahun masa operasional).

Secara hukum internasional, proyek ini dirancang agar tetap mematuhi ketentuan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Kapal selam ini direncanakan menggunakan bahan bakar uranium berenrichment rendah (low-enriched uranium) untuk operasional siklus panjang.

Langkah strategis ini juga berjalan mulus berkat adanya lampu hijau politik dari Washington dan Presiden AS Donald Trump.

Kesepakatan bilateral ini sekaligus menjadi jalan keluar dari aturan ketat masa lalu (Perjanjian Nuklir Sipil AS-ROK Pasal 123) yang sebelumnya membatasi Seoul untuk melakukan pengayaan uranium tanpa persetujuan AS.

Sebagai gantinya, Korea Selatan juga berkomitmen memperkuat interdependensi industri dengan berinvestasi besar-besaran pada sektor galangan kapal di Amerika Serikat.

Pengumuman ini disambut positif oleh pasar domestik, di mana saham raksasa galangan kapal Korea Selatan seperti Hanwha Ocean dan HD Hyundai Heavy Industries langsung melonjak hingga hampir 10% setelah proyek ini resmi dipaparkan. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *