Berkat Program Make in India, Tata Berhasil Produksi 400 Unit Rangka Heli Apache

India produksi 400 unit rangka heli AH-64E Apache GuardianTBAL
India produksi 400 unit rangka heli AH-64E Apache Guardian.

AIRSPACE REVIEW – Usaha patungan Tata Boeing Aerospace Limited (TBAL) resmi menyelesaikan produksi rangka ke-400 untuk helikopter serang AH-64E Apache Guardian.

Capaian ini memperkuat posisi India sebagai pemasok utama dalam rantai pasok industri kedirgantaraan militer global melalui program “Make in India”.

Rangka badan helikopter tersebut diproduksi di fasilitas TBAL di Hyderabad. Seluruh struktur yang rampung dibuat akan dikirim ke fasilitas Boeing di Amerika Serikat untuk proses perakitan akhir.

90 Persen Komponen Dalam Negeri

Fasilitas produksi di Hyderabad mulai beroperasi sejak 2018 untuk mendukung program helikopter Apache. Pabrik ini menerapkan teknologi manufaktur modern, otomatisasi, serta sistem robotika presisi tinggi.

Pencapaian ini mencatatkan pertumbuhan produksi yang sangat cepat. TBAL meraih angka 100 unit pada 2021, menembus 300 unit pada 2025, dan kini berhasil mencapai 400 unit.

Lebih dari 90 persen komponen struktur rangka helikopter diproduksi langsung di dalam negeri. Proses ini melibatkan jaringan yang terdiri dari seratus lebih perusahaan skala kecil dan menengah di India.

Baca di Sini: Angkatan Darat India membentuk skuadron pertama helikopter serang AH-64E Apache

Kerja sama ini selaras dengan peningkatkan kapasitas armada tempur India. Angkatan Udara India (IAF) telah mengoperasikan 22 unit AH-64E, sementara Angkatan Darat India (IA) mulai menerima enam unit pertamanya sejak 2025.

Dioperasikan 19 Negara

AH-64E Apache Guardian merupakan salah satu helikopter serang paling canggih di dunia. Platform ini dilengkapi sensor modern, sistem integrasi data tempur, serta kemampuan bertahan tinggi di wilayah konflik intensitas tinggi.

Saat ini helikopter Apache dioperasikan oleh 19 negara dengan total populasi mencapai 1.300 unit di seluruh dunia.

Keberadaan pabrik TBAL memastikan India menjadi bagian permanen dari rantai produksi helikopter tempur tersebut. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *