Libatkan Drone dan Rudal BrahMos, AS-Filipina Simulasikan Serangan ke Kapal Perang China

Sistem rudal BrahMos FilipinaRTVM
Sistem rudal BrahMos Filipina.

AIRSPACE REVIEW – Korps Marinir Amerika Serikat dan Filipina menggelar latihan serangan bersama untuk menyimulasikan pertahanan wilayah perairan pesisir Manila.

Latihan ini berfokus pada penggunaan pesawat nirawak (drone) untuk mendeteksi dan melacak kapal musuh. Data intelijen tersebut kemudian diteruskan ke sistem rudal antikapal jelajah BrahMos di darat untuk mengeksekusi serangan simulasi.

Kegiatan yang merupakan bagian dari latihan “Archipelagic Coastal Defence Continuum 26.4” ini berlangsung pada 25 Agustus lalu di Pangkalan Marinir Luzon utara.

Latihan ini menyoroti upaya militer Filipina dalam mengembangkan taktik integrasi alutsista baru ke dalam jaringan pertahanan pesisir terpadu.

Guna menciptakan skenario yang realistis, pasukan gabungan simulasi menghadapi formasi armada laut modern yang mengacu pada kapal perang Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN).

Sasaran simulasi mencakup dua kapal perusak rudal kendali Type 052D, satu kapal frigat Type 054A, dan satu kapal suplai cepat Type 901.

Kerahkan Drone Hermes

Dalam latihan tersebut, tim perencana militer AS dan Filipina mengerahkan drone Hermes milik Angkatan Bersenjata Filipina untuk memantau pergerakan kelompok kapal permukaan musuh secara waktu nyata.

Setelah data posisi target terkunci, informasi tersebut digunakan untuk mengoordinasikan peluncuran simulasi rudal BrahMos buatan India guna mencegat ancaman tersebut.

Tujuan utama latihan ini adalah menguji seluruh tahapan rantai tempur (kill chain), mulai dari identifikasi, pelacakan, penentuan target, hingga penindaklanjutan sasaran.

Integrasi drone pengintai dengan sistem BrahMos membuktikan bahwa unit rudal pesisir Filipina mampu mengancam formasi kapal perang yang lebih besar tanpa harus mengandalkan armada kapal tempur berukuran besar.

Dibeli dari India melalui kontrak senilai 375 juta dolar AS pada 2022, BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik berkecepatan Mach 3 dengan hulu ledak 400 pon.

Fasilitas pertama Resimen Pertahanan Pesisir untuk rudal BrahMos telah dibangun di pangkalan Luzon barat yang berhadapan langsung dengan Beting Scarborough.

Filipina juga berencana menempatkan detasemen rudal tambahan di Luzon utara dan Palawan guna memperkuat deterrence di kawasan Laut China Selatan. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *