Momen Bersejarah: Jet Komersial COMAC C919 Resmi Tembus Rute Internasional Pertama
WikipediaAIRSPACE REVIEW – Industri penerbangan global mencatatkan tonggak sejarah baru setelah jet komersial berbadan sempit (narrowbody) buatan Tiongkok, COMAC C919, sukses menyelesaikan penerbangan penumpang komersial internasional pertamanya.
Pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Air China tersebut mendarat dengan mulus di Ulaanbaatar, Mongolia, sekaligus mengakhiri masa penerbangan domestiknya sejak pertama kali mengudara.
Penerbangan bersejarah ini menggunakan armada COMAC C919-100(ER) dengan nomor registrasi B-919Y.
Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Beijing (PEK) pada 12 Agustus 2026 pukul 15.20 waktu setempat, sebelum akhirnya menyentuh landasan Bandara Internasional Baru Ulaanbaatar (UBN) sekitar pukul 17.00.
Keberhasilan penerbangan komersial internasional ini menjadi bukti nyata kesiapan operasional serta keandalan pesawat buatan Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC).
Geser Dominasi 737 MAX 8 di Rute Regional
Langkah penerbangan ke Mongolia semakin signifikan karena Air China secara langsung mengalihkan armada penerbangan harian ke Ulaanbaatar dari pesawat buatan Amerika Serikat, Boeing 737 MAX 8, ke COMAC C919.
Momen bersejarah ini dimanfaatkan oleh COMAC untuk mengirimkan sinyal kuat kepada para calon pembeli internasional bahwa pesawat buatan mereka memiliki daya saing serta kapabilitas jelajah yang tak kalah dari pabrikan penerbangan raksasa dunia.
Sejak unit pesawat pertama diserahkan secara resmi kepada China Eastern Airlines pada akhir tahun 2022, pesawat jet C919 selama ini hanya melayani rute penerbangan domestik di wilayah Tiongkok.
Meskipun diposisikan sebagai pesaing utama untuk menantang dominasi pasar Boeing 737 MAX dan Airbus A320neo, data ch-aviation mencatat COMAC baru menyerahkan kurang dari 40 unit C919.
Pengguna utama armada ini masih terbatas pada tiga maskapai besar Tiongkok, yaitu Air China, China Eastern Airlines, dan China Southern Airlines.
Varian C919-600 untuk Dataran Tinggi
Tidak hanya sukses menembus pasar penerbangan internasional, pabrikan penerbangan yang berbasis di Shanghai ini juga terus agresif meluncurkan inovasi terbaru.
Tepat dua minggu sebelum penerbangan ke Mongolia, yaitu pada 29 Juli 2026, COMAC sukses menyelesaikan penerbangan uji coba perdana untuk varian kompak C919 yang dirancang khusus untuk rute dataran tinggi (high-altitude).
Prototipe pesawat yang diberi nama C919-600 dengan registrasi B-002U tersebut sukses terbang selama 1 jam 59 menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Pudong Shanghai (PVG).
Baca di Sini: COMAC uji pesawat C919-600, varian baru khusus penerbangan dataran tinggi
Dalam uji coba tersebut, C919-600 berhasil menyelesaikan seluruh manuver penerbangan yang dipersyaratkan.
Varian terbaru hasil kerja sama dengan Tibet Airlines ini memiliki kapasitas 140 hingga 160 penumpang dan diproyeksikan untuk melayani rute-rute ekstrem di kawasan pegunungan tinggi, sekaligus melengkapi portofolio jet komersial buatan Tiongkok di panggung global. (RNS)
