Kontrak pembelian 5 C-130J telah ditandatangani oleh Kemhan tahun 2019

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Indonesia dipastikan telah membeli 5 C-130J Super Hercules dari Lockheed Martin, Amerika Serikat.

Penandatanganan pembelian kelima pesawat tersebut telah dilaksanakan pada 2019, namun hal itu tidak diumumkan. Pembelian dilaksanakan melalui kontrak Penjualan Komersial Langsung (DCS).

Sumber-sumber pemerintah dan industri yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan hal itu kepada Defense News (9/9/2021).

Sebelumnya pada pada 7 September lalu Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengunjungi pabrik Lockheed Martin di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat dan membubuhkan tanda tangannya di rangka hidung pesawat C-130J pesanan Indonesia.

Disebutkan dalam pemberitaan, Lockheed telah memasukkan Indonesia dalam daftar operator C-130J-nya dengan versi C-130J-30.

Lockheed sendiri tidak mau berkata lebih jauh dan menyerahkan semua pertanyaan kepada TNI Angkatan Udara.

Sementara itu KSAU mengatakan kepada pihak Amerika Serikat, penggunaan armada C-130 oleh TNI AU telah banyak mendukung upaya penanggulangan bencana di Indonesia termasuk mendukung upaya memerangi pandemi COVID-19 dengan mendistribusikan vaksin dan peralatan medis ke seluruh pelosok Indonesia.

“Dengan adanya pesawat tipe C-130 J, saya percaya TNI AU akan mampu meningkatkan kemampuan, terutama dalam operasi angkutan udara secara signifikan,” ujar KSAU dalam rilis yang disiarkan Dispenau pada 9 September.

Kehadiran KSAU dan rombongan di Lockheed Martin diterima secara khusus oleh Rod Mclean, Vice President and General Manager for Lockheed Martin’s Air Mobility and Maritime Missions Organization.

KSAU juga mengatakan, dengan diperolehnya pesawat dengan mesin, teknologi dan sistem avionik yang modern, merupakan suatu langkah yang besar bagi TNI Angkatan Udara Indonesia untuk menyesuaikan doktrin Operasi Angkutan Udara.

Marsekal Fadjar berharap, pesawat tersebut juga dilengkapi dengan berbagai peralatan dan fasiltas pendukung pesawat, di antaranya tempat duduk navigator dan juru mesin di kokpit pesawat.

C-130J-30
Lockheed Martin

Selain itu kargo pesawat juga dilengkapi dengan portable passenger seat, toilet, dan pantry serta wiring yang siap digunakan untuk memudahkan loading-unloading barang di pesawat.

Kepada Lockheed Martin, KSAU juga meminta adanya jaminan ketersedian dan keberlangsungan suku cadang pesawat, terutama ketersediaan suku cadang sejak awal pesawat dioperasikan oleh TNI AU.

Demikian juga suku cadang yang bersifat urgen atau mendesak.

Hal lain yang ditekankan adalah tentang pelaksanaan pelatihan yang komprehensif dan baik untuk air crew dan ground crew TNI AU agar mendapatkan kemampuan terbaik dalam mengoperasikan pesawat tersebut.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *