Bisa Jelajah 3.700 Km, Raytheon Pamer HADALUS ke US Navy: Drone Bawah Air Canggih
RaytheonAIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Raytheon dan CET (Composite Energy Technologies) mendemonstrasikan kendaraan bawah air tak berawak (UUV) HADALUS rancangannya kepada Angkatan Laut AS (USN).
Kedua perusahaan berhasil mengembangkan prototipe lengkap dari konsep awal hingga demonstrasi di dalam air dalam waktu kurang dari 18 bulan.
CET berkontribusi pada arsitektur kendaraan komposit, sementara Raytheon menyediakan sistem misi, sensor, dan keahlian integrasi.
Berjangkauan 3.700 Km
Untuk spesifikasinya, HADALUS memiliki panjang sekitar 10,4 m dan diameter sekitar 1,8 m.
Kerangka luar (exoskeleton) UUV ini berbahan serat karbon, dirancang untuk menggabungkan kekuatan struktural yang tinggi dengan kapasitas muatan yang signifikan sekaligus mengurangi biaya produksi.
Dirancang untuk jangkauan lebih dari 3.700 km (2.000 mil laut), UUV berbiaya rendah ini dapat memberi pasukan AS platform bawah laut yang berkelanjutan yang mampu beroperasi jauh dari kapal pendukung di perairan yang diperebutkan.
HADALUS dikembangkan berdasarkan rangkaian misi masa depan yang dapat menggabungkan deteksi target, akuisisi ulang, dan penyerangan dalam satu kendaraan tak berawak.
Pendekatan tersebut dapat memperluas jangkauan otonom bawah laut Angkatan Laut sekaligus mengurangi ketergantungan pada banyak platform untuk melacak dan mengejar target dalam jarak jauh.
Drone Bawah Air Modular
Dalam misinya, HADALUS dapat mendukung intelijen, pengawasan, dan pengintaian; deteksi dan pelacakan target.
Selain itu UUV berbentuk boksi ini dapat digunakan untuk pemantauan dasar laut; penginderaan bawah laut; pengintaian rute; dan misi lainnya di area di mana tingkat ancaman atau persistensi membuat penggunaan kapal berawak lebih sulit.
Kapasitas muatannya juga memungkinkan integrasi berbagai sensor atau peralatan misi sesuai dengan kebutuhan operasional.
Modularitas ini akan sangat penting untuk peperangan bawah laut, di mana UUV yang sama dapat dikonfigurasi untuk penginderaan area luas, lokalisasi target, pengawasan dasar laut, atau misi khusus lainnya tanpa memerlukan desain kendaraan yang sepenuhnya berbeda. (RBS)
