Pesawat angkut C-390 Millennium bakal dipersenjatai rudal jelajah Barracuda

KC-390 Millennium dan rudal jelajah Barracuda-500MEmbraer
KC-390 Millennium dan rudal jelajah Barracuda-500M.

AIRSPACE REVIEW -Produsen dirgantara asal Brasil, Embraer, resmi menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi pertahanan Amerika Serikat, Anduril Industries, untuk mengintegrasikan sistem persenjataan rudal jelajah Barracuda-500M ke dalam pesawat angkut militer C-390 Millennium.

Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di ajang Farnborough International Airshow 2026, kedua pihak bersepakat untuk menguji coba pengintegrasian rudal jelajah berbasis palletized system atau peluncuran menggunakan palet kargo.

Inisiatif ini menjadi langkah krusial dalam rekam jejak C-390, karena untuk pertama kalinya pesawat angkut taktis tersebut akan dibekali kemampuan serangan ofensif jarak jauh.

Baca Juga: Beradu kuat di Chili, A400M tantang dominasi KC-390 Millennium dan C-130J Super Hercules

Langkah pengembangan ini diambil guna merespons tingginya minat serta permintaan dari sejumlah negara pengguna maupun calon pemesan.

Kemampuan Serangan Jarak Jauh

Kepala Divisi Pertahanan Embraer, Bosco da Costa Jr., mengungkapkan bahwa permintaan agar C-390 memiliki kemampuan gempur jarak jauh datang dari berbagai operator di wilayah Eropa hingga Asia.

Meski Embraer belum membeberkan jadwal pasti mengenai pelaksanaan uji coba peluncuran perdana, Costa optimistis proses integrasi dapat diselesaikan dalam waktu cepat mengingat sistem dikembangkan oleh Anduril dengan metode yang sangat fleksibel dan efisien.

Penggunaan teknologi palletized weapons itu sendiri memungkinkan pesawat angkut standar meluncurkan sejumlah rudal jelajah secara massal dari ruang kargo tanpa memerlukan modifikasi permanen pada struktur utama airframe.

Opsi Baru Bagi Militer Sekutu

Senior Vice President Global Defense Anduril, Greg Kausner, menegaskan bahwa kombinasi antara rudal Barracuda-500M dan C-390 Millennium memberikan opsi baru bagi militer sekutu untuk menciptakan efek gempuran stand-off berskala besar dari jarak aman.

Terlebih, lini rudal Barracuda dirancang khusus agar dapat diproduksi massal dalam waktu singkat demi memenuhi lonjakan kebutuhan amunisi presisi yang berbiaya terjangkau.

Baca Juga: Pertama di Timur Tengah: Uni Emirat Arab pesan 20 pesawat angkut militer C-390 Millennium dari Embraer

Saat ini, C-390 telah dioperasikan secara aktif oleh angkatan udara Brasil, Portugal, Hungaria, dan Republik Ceko. Kehadiran opsi persenjataan anyar ini diprediksi kian memperkuat daya tarik C-390 di pasar internasional, menyusul deretan negara lain yang sudah mengantre untuk menerima pesanan mereka seperti Belanda, Austria, Swedia, Slovakia, Lithuania, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, hingga Uzbekistan.

Embraer juga menargetkan pengiriman dua unit pertama C-390 untuk Uni Emirat Arab dapat terealisasi pada tahun 2028 mendatang. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *