Drone TB3 berganti baju jadi Astore Levante di tangan Leonardo: Kolaborasi guncang pasar Eropa
Via X/@ogzhn_uygAIRSPACE REVIEW – Raksasa industri pertahanan asal Italia, Leonardo, resmi memperkenalkan sistem pesawat nirawak (UAS/drone) terbaru bernama Astore Levante di Farnborough International Airshow (FIA) 2026. Drone ini merupakan hasil adaptasi langsung dari platform Bayraktar TB3 buatan produsen pertahanan asal Turki, Baykar.
Oleh Leonardo, TB3 dirancang ulang menjadi Astole Levante untuk memenuhi standar ketat dan kebutuhan operasional militer negara-negara Eropa. Pengembangannya berada di bawah naungan LBA Systems, sebuah perusahaan patungan (joint venture) yang dibentuk oleh kedua raksasa pertahanan tersebut sejak pertengahan 2025.
Keunggulan Teknologi Dua Negara
Kolaborasi ini memadukan keunggulan teknologi dari dua negara. Baykar menyediakan desain airframe serta platform dasar TB3 yang tangguh, sementara Leonardo menyuntikkan sistem misi mutakhir, sensor pengawasan elektro-optik, radar AESA, sistem komunikasi C4I, hingga jaminan sertifikasi kelayakan udara sesuai standar kedaulatan industri Eropa.
Langkah adaptasi ini dipilih agar angkatan bersenjata di Eropa bisa mendapatkan akses cepat ke teknologi drone tempur maritim tanpa harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk merancang platform baru dari nol.
Secara teknis, Astore Levante membawa seluruh fitur unggulan Bayraktar TB3 yang dirancang khusus untuk operasi fleksibel di darat maupun laut. Salah satu keunggulan utamanya terletak pada desain sayap lipat (folding wings) yang memungkinkannya lepas landas dan mendarat di atas geladak kapal induk maupun kapal pendarat helikopter (Landing Helicopter Dock/LHD).
Dengan bobot lepas landas maksimum mencapai 1.450 kg dan daya tahan terbang melebihi 24 jam, drone ini mampu membawa beban misi hingga 280 kg pada enam titik gantung senjata.
Amunisi presisi seperti seri MAM-L, MAM-T, hingga rudal Kuzgun dapat diusung untuk menjalankan misi intelijen, pengawasan, pengintaian (ISR), sekaligus penyerangan presisi.
Hadirnya Astore Levante menjadi strategi krusial bagi kedua belah pihak dalam menguasai pasar Eropa. Bagi Leonardo, kemitraan ini memperluas portofolio drone MALE (Medium-Altitude Long-Endurance) kelas maritim mereka.
Sedangkan bagi Baykar, dukungan sertifikasi dan basis logistik Leonardo di Italia semakin mempermudah penetrasi armada Bayraktar di kawasan tersebut.
Seiring meningkatnya kebutuhan angkatan laut Eropa akan pengawasan maritim jarak jauh tanpa harus terus-menerus mengandalkan pesawat tempur berawak, Astore Levante diproyeksikan bakal menjadi opsi strategis utama bagi program modernisasi pertahanan di kawasan tersebut.
Selayang Pandang Drone Asli TB3
Menengok ke belakang, pengembangan drone Bayraktar TB3 bermula dari kebutuhan strategis Turkiye untuk memiliki sistem pesawat nirawak yang sanggup beroperasi langsung dari kapal perang bergeladak datar, khususnya kapal amfibi multifungsi TCG Anadolu.
Setelah Turkiye dikeluarkan dari program jet tempur F-35B, produsen pertahanan Baykar mengambil langkah berani dengan memodifikasi lini drone MALE (medium-altitude long-endurance) populer mereka agar mampu mengisi kekosongan kekuatan udara maritim tersebut. Proyek ini resmi diperkenalkan ke publik pada awal 2021 sebagai pendorong utama doktrin kapal induk drone pertama di dunia.
Dari segi arsitektur teknis, TB3 dirancang sebagai evolusi signifikan dari pendahulunya, Bayraktar TB2, dengan tubuh yang lebih tangguh dan dimensi lebih besar. Perubahan paling menonjol terletak pada mekanisme sayap lipat (folding wings) untuk menghemat ruang di atas hangar kapal, serta struktur roda pendarat yang diperkuat agar tahan terhadap beban benturan saat mendarat di atas geladak yang bergerak.
Baca Juga: Drone Bayraktar TB3 melakukan debut operasional di luar negeri dalam latihan NATO
Selain itu, drone ini dibekali mesin turboprop PD170 buatan dalam negeri TEI (Turkish Engine Industries) yang memberikan kapasitas angkut muatan dan daya jelajah jauh lebih tinggi.
Proses pengujian darat dan persiapan penerbangan dilakukan secara intensif sepanjang tahun 2022 hingga pertengahan 2023 di fasilitas pengujian Baykar. Serangkaian evaluasi mencakup pengujian mesin, taksi berkecepatan tinggi, hingga integrasi sistem avionik mutakhir. Seluruh tahapan ini dirancang untuk memastikan bahwa sistem kontrol penerbangan otomatisnya presisi dan siap menghadapi tantangan dinamis lingkungan lepas pantai yang ekstrem.
Lepas Landas dari TCG Anadolu
Momen bersejarah akhirnya tercipta pada 20 Oktober 2023, ketika prototipe TB3 berhasil melakukan penerbangan perdananya dari Pangkalan Udara Çorlu. Keberhasilan uji terbang awal ini membuktikan stabilitas platform di udara serta keandalan sistem pendorong barunya.
Setelah penerbangan perdana tersebut, Baykar terus melanjutkan serangkaian uji coba ketahanan terbang, pengujian ketinggian, hingga integrasi amunisi presisi untuk mematangkan kesiapan tempurnya.
Baca di Sini: Drone Bayraktar TB3 Turkiye berhasil lepas landas dan mendarat pertama kalinya dari TCG Anadolu
Puncak dari seluruh program pengembangan ini terjadi pada November 2024, saat Bayraktar TB3 sukses melakoni uji lepas landas dan pendaratan di atas geladak kapal TCG Anadolu di Laut Aegean.
Momen pendaratan dan lepas landas dari kapal perang yang sedang berlayar tanpa bantuan kawat penahan (arrestor wire) atau ketapel penembak (catapult) tersebut mencatatkan rekor baru dalam sejarah penerbangan global. Keberhasilan ini tidak hanya memvalidasi keandalan TB3, tetapi juga mengukuhkan era baru operasi drone maritim berbasis kapal induk di dunia. (RNS)
