Russian Helicopters Kembangkan Drone Khusus Kutub Utara VRT300

AIRSPACE-REVIEW.com – VR-Technologies (bagian Russian Helicopters) kembali menampilkan drone sayap putar VRT300 di ajang MAKS 2019, Rusia. Penampilan perdana drone berrotor koaksial (berputar lawan arah) ini adalah di ajang yang sama pada 2017 silam.

Dua versi VRT300 dibangun, versi pertama dinamai ‘Arctic Ice Intelligence’ yang dilengkapi unit radar untuk pengamatan jalur es di Kutub Utara.

Versi kedua yakni ‘Opticvision’, berjangkauan terbang lebih jauh. Wahana ini dapat digunakan untuk pemantauan dan penginderaan jarak jauh.

Keunggulan VRT300 adalah kemampuannya beroperasi di segala cuaca termasuk kondisi ekstrem sekalipun. Wahana ini ditawarkan untuk penggunaan di kalangan sipil terutama perusahaan pelayaran rute Laut Utara.

Di antara target pengguna VRT300 adalah kapal-kapal barang, kapal eksplorasi migas, kapal riset, serta kapal khusus pemecah es.

BACA  Patroli dan Latihan Perang, China Kerahkan Su-35 dan Kapal Induk Liaoning ke LCS

Dengan menggunakan drone VRT300, kapal-kapal tersebut dapat memantau keadaan es yang berada di sekitarnya. Hebatnya, perangkat yang dibawa drone dapat mengukur setiap ketebalan es yang akan dilewati kapal.

VRT-300
Roni Sontani

Sebagai perlengkapan pengawasan es, VTR300 dibekali radar kecil  X-band SAR berresolusi tinggi dalam wadah di perutnya.

VRT300 juga dibekali peralatan gyrostabilized optoelectronic system (OES) dilengkapi kamera infra merah (IR). Hasil pantauan drone dapat diinformasikan ke operator secara langsung.

Dengan ukurannya yang kompak, VRT300 dapat dioperasikan dari dek kapal berukuran sedang. Drone memiliki berat maksimum tinggal landas (MTOW) 300 kg dan mampu membawa muatan sekitar 70 kg.

Sebagai motor penggerak, VRT300 dibekali mesin diesel dengan tangki berisi bakan bakar kerosene sebanyak 120 liter.

BACA  Jepang uji rudal antikapal terbaru Type-12 dari pesawat patroli maritim

Kecepatan terbang VRT300 mencapai 180 km/jam. Radius operasinya hingga 150 km atau durasi terbang selama 5 jam.

Roni Sontani

Selain untuk pemantauan jalur es, VRT300 juga ditawarkan untuk misi SAR dan mengirim obat-obatan atau keperluan lainnya ke stasiun penelitian ilmiah Polar.

Tugas lain yang dapat diemban VRT300 adalah diagnosa jalur transmisi listrik, wahana pemetaan serta pemantauan lingkungan lingkungan hidup.

Purwarupa VRT300 dikabarkan telah menjalani terbang perdana pada 2018 silam. Tahun 2019 ini VRT300 sudah siap untuk diproduksi dan dikirimkan pada pemesannya.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *