Embraer luncurkan Phenom 300EV, jet pribadi yang bisa mendarat otomatis saat darurat
EmbraerAIRSPACE REVIEW – Produsen pesawat asal Brasil, Embraer, kembali menggebrak pasar penerbangan bisnis dengan meluncurkan varian jet ringan terbarunya, Phenom 300EV. Huruf “EV” di belakang namanya merupakan singkatan dari Evolution (Evolusi), sebuah penegasan bahwa jet terlaris di dunia selama 14 tahun berturut-turut ini kini telah berevolusi dan jauh lebih canggih serta aman.
Fitur paling mencolok yang menjadi sorotan utama pada Phenom 300EV adalah disematkannya teknologi Garmin Emergency Autoland. Teknologi ini menjadikan Phenom 300EV sebagai jet bisnis kelas ringan (light business jet) pertama yang mengadopsi sistem pendaratan darurat otomatis tersebut
Penyelamat di Kala Darurat
Bayangkan skenario terburuk di mana pilot tiba-tiba tidak sadarkan diri (incapacitated) saat sedang terbang. Di sinilah Garmin Autoland mengambil alih. Sistem ini bisa diaktifkan secara manual oleh penumpang hanya dengan menekan satu tombol, atau aktif secara otomatis jika pesawat mendeteksi tidak ada respons dari pilot.
Begitu aktif, sistem komputer akan memilih bandara terdekat yang paling aman untuk mendarat dengan menghindari area cuaca buruk atau medan berbahaya.
Baca Juga: Pesawat jet bisnis Gulfstream G700 mendapatkan sertifikasi dari FAA
Sistem di pesawat kemudian akan mengendalikan arah terbang, ketinggian, hingga kecepatan pesawat secara penuh. Sistem di pesawat juga akan berkomunikasi secara otomatis dengan menara pengawas udara (Air Traffic Control) dan memberikan pembaruan situasi kepada penumpang di kabin melalui layar.
Setelah semuanya aman, pesawat akan mendarat dengan mulus di landasan pacu hingga berhenti total tanpa campur tangan manusia.
Peningkatan Performa dan Kemewahan Kabin
Selain fitur keselamatan revolusioner tersebut, Embraer juga menyuntikkan berbagai pembaruan performa pada jet seharga 13,99 juta dolar AS (sekitar Rp226 miliar) ini.
Jangkauan terbang pesawat dengan kapasitas 7-11 penumpang ini meningkat menjadi 2.055 mil laut (3.805 km) dengan tambahan kapasitas beban angkut (payload) sebesar 430 pon.
Beranjak ke bagian kokpit, Phenom 300EV didukung sistem avionik Garmin G3000 Prodigy Touch yang kini dilengkapi kontrol penerbangan rudder-by-wire serta sistem Autobrake eksklusif di kelasnya.
Sementara di kabin, penumpang akan dimanjakan dengan internet super cepat di udara melalui satelit orbit bumi rendah (LEO) dari Gogo Galileo, serta opsi modifikasi untuk SpaceX Starlink.
Baca Juga: Dassault Falcon 10X, jet bisnis mewah terbaru dari Prancis sukses terbang perdana
Kabin juga telah mendapatkan pembaruan kontrol suhu yang lebih baik, sistem penjernih udara (air ionizer), serta toilet vakum modern yang bebas bau.
Proses uji terbang untuk jet Phenom 300EV dikabarkan telah selesai. Embraer menargetkan untuk mengantongi tiga sertifikasi sekaligus dari otoritas penerbangan AS (FAA), Eropa (EASA), dan Brasil (ANAC) sebelum akhir tahun ini.
Bagi para taipan atau perusahaan yang sudah tidak sabar ingin memilikinya, pengiriman pertama unit Phenom 300EV dijadwalkan akan dimulai pada akhir tahun 2028. (RNS)
