Sulit dicegat, drone Geran bermesin jet Rusia kini jadi momok baru bagi Ukraina

Drone bermesin jet Geran-4 RusiaGUR
Drone bermesin jet Geran-4 Rusia.

AIRSPACE REVIEW – Pasukan Rusia dilaporkan telah mengubah strategi operasional dalam mengerahkan drone penyerang Geran-2 —drone versi Rusia yang dirancang berdasarkan cetak biru drone Shahed-136 Iran. Rusia kini membagi varian drone khusus tersebut untuk tugas-tugas operasional yang berbeda.

Langkah taktis ini diambil setelah pertahanan udara Ukraina berhasil mencapai tingkat intersepsi yang sangat tinggi, yakni hingga 96% terhadap varian dasar drone Shahed berbahan bakar bensin. Informasi ini diungkapkan oleh Serhii “Flash” Beskrestnov, penasihat Menteri Pertahanan Ukraina.

Taktik Baru Rusia

Untuk menyiasati tingginya tingkat kejatuhan drone mereka, Rusia menerapkan strategi bercabang. Untuk serangan garis depan, Rusia meluncurkan sekitar 200 unit drone Geran-2 standar setiap 24 jam untuk menargetkan wilayah garis depan.

Drone-drone standar ini beroperasi dalam kelompok terkoordinasi menggunakan jaringan komunikasi desentralisasi (mesh network). Sistem ini mengurangi ketergantungan mereka pada navigasi satelit dan meningkatkan ketahanan terhadap perang elektronik (electronic warfare).

Baca Juga: Di Hari Kemenangan, Rusia pamerkan drone jet terbaru Geran-5

Sementara untuk serangan yang menargetkan wilayah yang lebih dalam di Ukraina, Rusia kini beralih ke varian modifikasi bermesin jet, yaitu Geran-3 dan Geran-4. Varian berkecepatan tinggi ini baru dikerahkan setelah melalui proses pengintaian multitahap untuk memetakan jalur penerbangan yang dapat menghindari posisi pertahanan udara Ukraina yang telah diketahui.

    Kecanggihan Varian Baru

    Varian terbaru ini dilengkapi dengan sensor optik dan inframerah yang canggih. Teknologi tersebut memungkinkan drone mendeteksi keberadaan drone pencegat lawan, melacak posisi instalasi pertahanan udara, serta mengunci target secara mandiri di tengah gangguan sinyal (jamming) elektronik yang intens.

    Pakar penerbangan Kostiantyn Kryvolap mengatakan, varian drone bermesin jet Rusia mampu terbang dengan kecepatan hingga 550 km/jam. Kecepatan yang tinggi ini membuat drone pencegat Ukraina sangat sulit untuk mengejar dan melumpuhkannya di udara.

    Karena keunggulan kecepatannya, militer Rusia kini mulai mengintegrasikan drone bermesin jet ini bersama dengan rudal jelajah dan rudal balistik dalam gelombang serangan skala besar.

    Respons Ukraina

    Menanggapi perluasan program drone Geran-4 oleh Rusia, Ukraina dilaporkan tengah mengembangkan langkah-langkah penangkal baru. Upaya ini mencakup pengembangan sistem deteksi yang lebih canggih serta pembuatan drone pencegat bermesin jet milik mereka sendiri.

    Baca Juga: Rusia libatkan drone bemesin jet Geran-5 dalam serangan udara gabungan ke Ukraina: Jangkauan 1.000 km dan berhulu ledak 90 kg

    Sebelumnya, drone pencegat P1-SUN buatan Ukraina —yang diproduksi oleh SkyFall dan mampu terbang dengan kecepatan hingga 310 km/jam— telah berhasil menjatuhkan drone Gerbera Rusia yang dilengkapi dengan drone FPV di dalamnya untuk pertama kali.

    Namun, dengan hadirnya varian drone jet Rusia yang lebih cepat, Ukraina harus terus memacu inovasi teknologi pertahanan udaranya. (RNS)

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *