AIRSPACE REVIEW – Pabrik Pesawat Gagarin di Komsomolsk-on-Amur (KnAAZ) secara resmi mengumumkan langkah modernisasi besar-besaran untuk mempercepat produksi jet tempur generasi kelima, Su-57.
Langkah utama dalam transformasi ini adalah pengenalan kompleks manufaktur robotik otomatis yang akan menggantikan peran tenaga kerja manual dalam proses perakitan badan pesawat.
Proyek ambisius ini dikembangkan oleh Universitas Riset Teknik Nasional Irkutsk (IRNITU).
Sistem robotik terbaru ini dirancang khusus untuk memproses komponen struktural badan pesawat, seperti bagian kulit (skin) dan rangka pesawat.
Jika sebelumnya proses ini sangat bergantung pada pengerjaan manual dan mesin pres hidrolik yang membutuhkan banyak operator, kini peran tersebut diambil alih oleh robot industri yang dilengkapi dengan teknologi penglihatan mesin (machine vision).
Teknologi ini memungkinkan sistem untuk mengarahkan diri secara otomatis ke bagian komponen yang diinginkan.
Proses pembentukan logam dilakukan melalui teknik deformasi plastis lokal, menggunakan metode pengguliran rol dan penempatan logam yang sangat presisi.
Keunggulan utama dari sistem ini terletak pada kemampuannya menangani permukaan dengan lengkungan yang kompleks berkat peralatan yang dapat diganti-ganti.
Selain itu, penggunaan platform bergerak memungkinkan robot untuk bekerja pada komponen kecil maupun rakitan besar langsung di area perakitan utama.
Transisi ini menandai pergeseran dari “ketelitian manual” yang memakan waktu ke proses digital yang dapat direproduksi secara massal. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kecepatan produksi serta standar kualitas yang lebih konsisten.
Modernisasi di KnAAZ terus digalakkan dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum pengenalan sistem robotik ini, pada November 2025, pabrik tersebut juga telah memasang sistem pendingin suhu rendah untuk bak anodisasi guna mendukung efisiensi produksi.
Saat ini, KnAAZ memegang peranan krusial sebagai produsen utama jet tempur Su-57 dan jet tempur generasi keempat Su-35S.
Dengan pesanan yang telah terisi penuh hingga tahun 2030, integrasi teknologi robotik menjadi solusi strategis bagi Rusia untuk memenuhi target pengiriman pesawat tempur canggih mereka tepat waktu. (AF)

