AIRSPACE REVIEW – Rusia untuk pertama kalinya telah melibatkan drone baru bermesin turbojet, Geran-5, dalam serangan udara gabungan ke Ukraina pada awal tahun 2026. Intelijen militer Ukraina, GUR, memastikan hal ini.
Dikatakan bahwa Geran-5 dilengkapi dengan hulu ledak seberat 90 kg dan mampu mencapai target sejauh 1.000 km. Drone ini memiliki fitur desain yang sama dengan drone Karrar milik Iran.
Drone Geran-5 disebut memiliki panjang sekitar 6 m dan bentang sayap 5,5 m.
Drone ini menggabungkan sistem navigasi satelit Kometa 12-saluran, pelacak berbasis mikrokomputer Raspberry, modem 3G/4G, dan mesin turbojet Telefly yang mirip dengan yang digunakan pada Geran-3, namun memiliki daya dorong lebih besar.
Berbeda dengan desain sayap delta drone Geran sebelumnya, Geran-5 menggunakan tata letak aerodinamis konvensional, mirip dengan rudal jelajah.
Sebelumnya GUR melaporkan bahwa Rusia sedang mengevaluasi opsi peluncuran udara Geran-5, termasuk menggunakan pesawat Su-25 untuk meningkatkan jangkauannya.
Ada juga pertimbangan untuk melengkapi Geran-5 dengan rudal udara ke udara R-73 untuk melawan penerbangan Ukraina.
Karena menggunakan mesin turbojet dan memiliki desain aerodinamis yang lebih konvensional mirip rudal jelajah, Geran-5 diperkirakan memiliki kecepatan jelajah yang jauh lebih tinggi daripada Shahed-136/Geran-2 yang menggunakan mesin piston.
Kecepatan yang lebih tinggi membuatnya lebih sulit untuk dicegat oleh pertahanan udara berbasis artileri ringan dan sistem rudal jarak pendek yang efektif melawan Shahed yang lebih lambat.
Geran-5 secara signifikan berukuran lebih besar dan membawa muatan yang lebih destruktif dibandingkan Geran-2 yang dilengkapi hulu ledak 30-50 kg. (RNS)


Luar biasa ya negara Rusia yang selalu menciptakan sebuah senjata terbaru tanpa mengeluarkan biaya besar dan tanpa mengurangi pasukkan tempur .