Dianggap berkhianat, Presiden sementara Venezuela telah memecat Komandan Garda Kehormatan Presiden Jenderal Javier Marcano Tábata
Via X AIRSPACE REVIEW – Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, dilaporkan telah memecat Kepala Kontraintelijen Militer (DGCIM) yang juga Komandan Garda Kehormatan Presiden, Jenderal Javier Marcano Tábata.
Tábata dipecat karena dianggap berkhianat yang menyebabkan ditangkapnya Presiden Venezuela Nicolás Maduro melalui operasi militer “Absolute Resolve” yang digelar Amerika Serikat pada dini hari di Caracas tanggal 3 Januari 2026.
Maduro dan istrinya ditangkap oleh pasukan AS dalam penggerebekan di kediamannya dan kemudian dibawa ke New York untuk diadili atas tuduhan terorisme narkoba.
Pengawal kehormatan presiden adalah pasukan militer yang menyediakan pengawal yang bertugas melindungi kepala negara.
BBC memberitakan, meskipun Pemerintah Venezuela belum memberikan rincian korban jiwa, anggota pengawal presiden diperkirakan termasuk di antara puluhan orang yang tewas dalam operasi militer AS itu.
Rodríguez dilantik oleh Majelis Nasional, yang didominasi oleh loyalis pemerintah, pada hari Senin. Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Presiden Venezuela.
Menurut beberapa laporan lainnya, Tábata diduga memberikan informasi intelijen kritis kepada badan-badan AS, termasuk lokasi dan koordinat yang tepat dari sistem persenjataan strategis Venezuela.
Marcano Tábata juga dituduh sengaja menonaktifkan protokol pertahanan udara, sistem radar, dan langkah-langkah keamanan utama lainnya.
Tindakan-tindakan tersebut, diyakini secara langsung memungkinkan keberhasilan serangan pasukan khusus AS secara singkat dan perlawanan minimal dari pasukan Venezuela.
Hanya sedikit di antara personel keamanan Presiden Venezuela dan berasal dari Kuba yang memberikan perlawanan sebelum dilumpuhkan pasukan khusus AS.
Hampir tidak adanya perlawanan dari pasukan Venezuel, menjadi pertanyaan banyak pengamat.
Laporan lain juga menyebut, selain dipecat, jenderal yang merupakan sahabat dekat Presiden Maduro itu telah ditangkap. (RBS/RNS)
