Dassault Falcon 10X, jet bisnis mewah terbaru dari Prancis sukses terbang perdana
Dassault AviationAIRSPACE REVIEW – Pabrikan pesawat asal Prancis, Dassault Aviation, sukses melaksanakan penerbangan perdana jet bisnis unggulan terbaru mereka, Falcon 10X.
Pesawat jet dengan kabin lebar yang dirancang untuk penerbangan jarak jauh (ultra-long-range) ini sukses mengudara untuk pertama kalinya dari Bandara Bordeaux-Mérignac, Prancis pada 19 Juini 2026.
Pesawat lepas landas pada pukul 11.10 waktu setempat, diawaki oleh pilot uji Sébastien Dupont de Dinechin dan kopilot Fabrice Dougnac. Penerbangan perdana ini berlangsung selama 2 jam 30 menit.
Selama uji coba di udara, tim pilot mengevaluasi kualitas kendali (handling) serta performa sistem pesawat pada ketinggian 15,000 kaki.
Setelah melipat roda pendaratan dan menguji seluruh permukaan kontrol yang bergerak, Falcon 10X kemudian menanjak ke ketinggian jelajah hingga 40,000 kaki dan berakselerasi mencapai kecepatan Mach 0.82 sebelum akhirnya mendarat dengan mulus kembali di Bordeaux pada pukul 13.40.
Fase Krusial Sebelum Sertifikasi Penuh
Penerbangan ini menandai fase krusial sebelum masuk ke tahap sertifikasi penuh. Eric Trappier, Chairman dan CEO Dassault Aviation, menyampaikan bahwa momen ini merupakan buah dari dedikasi tinggi tim rekayasa, produksi, dan kemitraan global mereka.
Dassault telah menyiapkan strategi pengujian dengan tiga pesawat prototipe. Prototipe 1 fokus pada perluasan batas aman terbang (flight envelope), Prototipe 2 untuk validasi performa dan integrasi sistem, serta Prototipe 3 untuk pengujian keandalan fungsi kabin interior penuh.
Kabin Terluas di Kelasnya
Falcon 10X digadang-gadang akan menjadi standar baru dalam kenyamanan jet pribadi kelas atas.
Dassault mendesain struktur pesawat ini dari nol (clean sheet) demi menghadirkan penampang kabin terbesar di segmen penerbangan bisnis.
Kabin jet ini memiliki lebar sekitar 2,77 m (9 kaki 1 inci) dan tinggi 2,03 m (6 kaki 8 inci).
Ruang yang sangat lapang ini memungkinkan kabin dibagi menjadi empat zona fungsional yang fleksibel, mulai dari ruang makan, ruang santai, hingga kamar tidur privat dengan fasilitas kamar mandi.
Perusahaan mengklaim Falcon 10X memiliki kabin terluas di kelasnya.
New York – Shanghai atau Los Angeles – Sydney
Pesawat ditenagai oleh dua mesin Rolls-Royce Pearl 10X (Daya dorong lebih dari 18.000 lbs). Dengan dua mesin ini, Falcon 10X dapat terbang menempuh jarak 7.500 mil laut (13.900 km).
Kecepatan terbang maksimal berada di angka Mach 0,92. Pesawat dengan kapasitas 19 penumpang ini dapat terbang nonstop dari New York ke Shanghai atau dari Los Angeles ke Sydney.
Jet bisnis seharga sekitar USD 75 juta ini diproyeksikan mulai melakukan pengiriman pertamanya ke konsumen pada tahun 2027 untuk menantang dominasi pesaing beratnya seperti Bombardier Global 7500 dan Gulfstream G700. (RNS)
