Rusia kerahkan jet tempur Su-57 di tengah meningkatnya serangan drone Ukraina

Su-57TASS
Jet tempur Su-57 Rusia.

AIRSPACE REVIEW – Moskow kini mulai mengubah strategi penggunaan jet tempur siluman generasi kelima andalannya, Sukhoi Su-57 Felon. Berdasarkan foto-foto terbaru saat kunjungan Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov ke fasilitas United Aircraft Corporation (UAC), pesawat ini terlihat membawa konfigurasi persenjataan udara ke udara murni yang sangat tidak biasa.

Alih-alih dipersiapkan untuk misi serangan darat atau superioridade udara klasik, jet tempur garis depan ini justru dipersenjatai khusus untuk mencegat drone intai/serang jarak jauh serta rudal jelajah Ukraina yang belakangan gencar menghantam infrastruktur strategis Rusia.

Peran Krusial Su-57

Dalam konfigurasi tempur terbaru tersebut, Su-57 dilengkapi dengan kombinasi rudal pelapis yang sangat mematikan, yaitu empat rudal jarak jauh R-37M, dua rudal jarak menengah R-77-1, serta duas rudal jarak pendek R-74M2.

Kehadiran rudal R-37M yang memiliki jangkauan tembak antara 200 hingga 300 km ini mengonfirmasi bahwa Rusia ingin menghancurar target udara sedini mungkin sebelum mendekati wilayah vital mereka.

Strategi penyerapan aset udara ini diambil menyusul masifnya serangan drone Ukraina sepanjang tahun 2026 yang berhasil menembus ratusan kilometer dari perbatasan dan sempat melumpuhkan operasional bandara sipil di Moskow, St. Petersburg, hingga Kazan.

Meskipun Rusia memiliki sistem pertahanan udara berbasis darat yang sangat modern seperti S-400, S-350 Vityaz, dan Pantsir-S1, taktik kawanan drone (drone swarm) murah dan rudal jelajah Kyiv yang datang simultan kerap membuat sistem radar kewalahan.

Di sinilah peran krusial Su-57 dioptimalkan. Jet siluman ini dilengkapi dengan radar AESA N036 Byelka berpemandu multiantena dan sensor infra-merah IRST (101KS) yang sangat sensitif mendeteksi target ber-RCS (Radar Cross Section) kecil yang terbang rendah.

Data buruan tersebut kemudian dapat dibagikan secara real-time ke jaringan pertahanan udara lainnya.

Serangan Masif Drone Ukraina

Kendati demikian, efektivitas taktik baru ini langsung mendapat ujian berat di lapangan pada 6 Juli lalu saat terjadi serangan besar-besaran Ukraina ke kilang minyak Omsk —salah satu fasilitas pemurnian bahan bakar terbesar di Rusia.

Walau sebuah jet Su-57 tertangkap kamera sedang berpatroli ketat di langit Omsk untuk menyergap ancaman yang datang, rekaman video amatir menunjukkan sedikitnya tujuh drone bunuh diri tetap berhasil lolos dan menghantam kilang hingga memicu ledakan hebat.

Hingga saat ini, Rusia masih bersikap sangat hati-hati dalam mengoperasikan armada Su-57 yang jumlahnya diperkirakan baru berkisar 40-an unit.

Angkatan Dirgantara Rusia (VKS) yang mengoperasikan pesawat ini mengatur sedemikian rupa pengerahan Su-57 guna menghindari risiko kerugian material dan teknologi jika pesawat tersebut sampai jatuh.

Baca Juga: Produksi jet tempur Su-57 Rusia bakal dipercepat: Robot mulai gantikan tenaga manual

Sejalan dengan ini, Moskow terus melakukan peningkatan lini produksi massal di pabrik UAC, menyempurnakan mesin tahap kedua “izdeliye 177” untuk kemampuan supercruise, serta mempercepat proyek integrasi kontrol wingman tak berawak bersama drone tempur berat S-70 Okhotnik-B. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *