Mengenal robot-robot tempur darat masa depan

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Tak kalah dengan drone tempur, perkembangan wahana tempur darat tanpa awak atau Unmanned Combat Ground Vehicle (UCGV) juga maju pesat, terutama dimotori oleh produsen senjata asal Rusia, Inggris/AS, dan China.

Kehadiran robot tempur ini tentunya akan mengubah taktik dan strategi pertempuran masa depan. Mereka akan maju terlebih dahulu ke garis depan menggantikan posisi prajurit bernyawa.

Selain persenjataan yang diusungnya beragam, robot darat ini dapat bergerak otonom ataupun dikendalikan dari jarak jauh. UCGV juga dapat berbagi informasi terkini situasi medan tempur dengan drone.

Berkisah mengenai UCGV, daat ini sudah bayak produsen di berbagai negara mengembangankannya, dari yang mungil bersenjata ringan hingga kelas berat yang dikembangkan berdasarkan ranpur yang ada dengan mengusung senjata berat.

Berikut beberapa UCGV kelas menengah berat yang tengah dikembangkan saat ini:

Rusia boleh tertinggal dalam pengembangan drone, namun tidak untuk UCGV. Produk pertama adalah Uran 9 yang telah mendapatkan cap battle proven, turun dalam Perang Sipil Suriah.

Dirancang oleh JSC 766 UPTK (kini Kalashnikov Concern). Mulai masuk jalur produksi tahun 2015, sebanyak 20 unit diperkirakan telah dibuat.

Untuk persenjataannya, Uran 9 dibekali stasiun senjata kendali jarak jauh (RCWS) dengan senjata utama kanon otomatis ABM M30-M3 kaliber 30 mm. Senjata sekunder sebuah senapan mesin 7.62mm PKT/PKTM serta menggotong empat rudal anti tank 9M120 Ataka dan 6-12 peluncur roket termobarik Shmel-M.

Selanjutnya UCGV kelas berat Udar yang dikembangkan oleh Tractor Plants Concern menggunakan basis ranpur BMP-3. Pertama kali diperkenalkan pada pameran pertahanan bertajuk Innovation Days 2015 yang disponsori oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

UdarSputnik

Udar mengusung RCWS Epokha yang dibuat oleh Tula-Instrument Design Bureau. Bersenjatakan kanon otomatis kaliber 30 mm 2A42 dan senapan mesin Kalashnikov PKTM kaliber 7.62 mm serta empat rudal anti tank 9M133M-2 Kornet-M (NATO: AT-14 Spriggan).

Bergeser ke Amerika Serikat, saat ini AD Paman Sam tengah mengevaluasi UCGV Black Knight yang dikembangkan oleh BAE Systems. Robot berbobot 12 ton ini dirancang untuk dapat mudah dipindahkan lewat udara menggunakan pesawat angkut C-130J Hercules.

Black Knight dibekali kubah dengan senjata utama kanon kaliber 30 mm untuk menggasak sasaran berat dan koaksial dengan senjata sekunder berupa senapan mesin kaliber 7,62 mm untuk menghadapi sasaran ringan.

Tak ketinggalan Sang Naga menggeliat, China juga mengembangkan UCGV bernama QN-506 dirancang oleh perusahaan Wuhan Guide Infrared. Berbasis tank tempur gaek Type 59 (lisensi Type 54 Uni Soviet) yang mulai diperkenalkan pada publik dalam pameran Airshow China 2018.

QN-506Istimewa

Serupa dengan lawan-lawannya, QN-506 mengusung kubah bersenjatakan kanon otomatis kaliber 30 mm koaksial dengan senapan mesin kaliber 7,62 mm. Robot tempur ini juga membawa box berisi empat peluncur rudal anti tank dan 20 tabung peluncur roket multi guna.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *