AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut AS (US Navy) secara mengejutkan mengajukan anggaran sebesar 1,7 miliar USD (sekitar Rp27 triliun) dalam anggaran tahun 2027 untuk membeli 405 unit rudal pencegat Missile Segment Enhancement (MSE).
Hal tersebut diambil untuk mengatasi kekurangan stok rudal pertahanan udara di armada laut mereka.
Keputusan ini tergolong unik karena US Navy sebenarnya tidak mengoperasikan sistem pertahanan udara Patriot. Sistem ini merupakan domain eksklusif Angkatan Darat AS (US Army).
Namun, rudal MSE yang dirancang untuk Patriot rupanya kini tengah diintegrasikan ke dalam armada kapal perusak kelas Arleigh Burke. Langkah integrasi ini telah dilakukan oleh Lockheed Martin selama lebih dari tiga tahun.
Rudal MSE kini disesuaikan agar bisa diluncurkan melalui sistem peluncur vertikal Mk 41 dan sistem tempur Aegis yang ada di kapal perang AS.
Dengan harga sekitar 4,19 juta USD per unit, rudal MSE dinilai sebagai alternatif yang lebih hemat biaya dibandingkan rudal SM-6 untuk mencegat ancaman balistik di atmosfer.
Di sisi yang lain, Raytheon saat ini hanya mampu memproduksi 125 rudal SM-6 per tahun, dari target 500 unit di masa depan.
Sementara itu, Lockheed Martin diproyeksikan mampu memproduksi hingga 2.000 rudal MSE per tahun dalam tujuh tahun ke depan.
Peningkatan stok rudal ini menjadi prioritas mendesak bagi AS guna menghadapi ancaman rudal balistik antikapal seperti DF-21D China, serta pengembangan rudal hipersonik oleh Beijing.
Kurangnya stok rudal pencegat di kapal-kapal perang AS dianggap sebagai titik lemah yang harus segera ditutupi.
Besarnya pesanan domestik dari Angkatan Laut dan Angkatan Darat AS membawa konsekuensi bagi negara-negara sekutu.
Dalam proposal anggaran 2027, US Army telah mengalokasikan permintaan sebanyak 2.798 unit rudal untuk mengisi kembali stok mereka.
Dengan prioritas utama Pentagon adalah memenuhi kebutuhan stok nasional, maka jumlah rudal Patriot (MSE) yang tersedia untuk pasar ekspor diprediksi akan semakin menipis.
Hal ini kemungkinan besar akan memperpanjang antrean bagi negara-negara mitra yang ingin memperkuat pertahanan udara mereka dengan sistem Patriot. (RNS)

