Tegang, F-35 Inggris cegat Tu-142 Rusia yang jatuhkan pelampung sonar di dekat kapal induk HMS Prince of Wales
UK MoDAIRSPACE REVIEW – Sebuah insiden menegangkan terjadi di wilayah udara utara yang dingin. Dua jet tempur siluman F-35B milik Angkatan Udara Inggris (RAF) terpaksa mengudara secara darurat untuk mencegat pesawat antikapal selam milik Rusia, Tu-142 “Yuri Malinin”.
Pencegatan ini dilakukan setelah pesawat Rusia tersebut nekat mendekat dan menjatuhkan pelampung hidroakustik (sonar) di dekat kapal induk Inggris, HMS Prince of Wales.
Kementerian Pertahanan Inggris mengecam keras tindakan tersebut, dan melabeli aksi pilot Rusia sebagai tindakan yang “berbahaya dan tidak profesional.”
Kronologi Kejadian
Insiden ini bermula saat gugus tugas kapal induk Inggris bersama sekutu NATO sedang melaksanakan misi memperkuat stabilitas keamanan di wilayah Far North dan Atlantik Utara.
Tiba-tiba, pesawat pengintai raksasa jarak jauh Tu-142 Rusia muncul dan terbang dalam jarak yang sangat dekat dengan HMS Prince of Wales.
Tak sekadar melintas, pesawat Rusia tersebut juga menjatuhkan beberapa pelampung radio-hidroakustik (hydroacoustic buoys) tepat di area sekitar kapal induk.
Alat ini merupakan perangkat sekali pakai yang berfungsi mendeteksi, melacak, dan mengklasifikasikan keberadaan kapal selam di bawah air dengan cara merekam kebisingan laut atau memancarkan sinyal pulsa suara.
Situasi makin keruh lantaran kru pesawat Rusia mengabaikan semua peringatan dan menolak merespons pesan radio yang dikirimkan melalui frekuensi internasional.
Respons Cepat Jet Siluman F-35B
Melihat provokasi yang dinilai berbahaya tersebut, komando kapal induk langsung mengambil tindakan tegas. Dua jet tempur F-35B yang memiliki kemampuan lepas landas vertikal dikerahkan langsung dari dek kapal induk Royal Navy itu.
Begitu mengudara, jet tempur canggih buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat ini langsung memotong jalur, mencegat, dan melakukan pengawalan ketat terhadap Tu-142 hingga pesawat Rusia tersebut benar-benar pergi meninggalkan wilayah operasi NATO.
Kementerian Pertahanan Inggris tidak merilis detik-detik ketegangan yang terjadi antara pesawat militer dua negara berbeda tersebut.
Meski sempat diwarnai ketegangan, perwakilan militer Inggris memastikan bahwa misi pengamanan kawasan Arktik bersama sekutu NATO tetap berjalan sesuai rencana demi menjaga stabilitas keamanan regional dari potensi ancaman asing. (PN)
