36 Rafale seharga 8,7 miliar USD akan tuntas diterima India pada April 2022

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – India pada 2016 menandatangani kontrak pengadaan 36 jet tempur Rafale dari Perancis senilai 8,7 miliar dolar AS.

Rafale buatan Dassault dinilai New Delhi sebagai pesawat tempur yang memenuhi kebutuhan operasi untuk menjawa wilayah udara India dari ancaman musuh.

India menghadapi konflik dengan negara tetangganya yaitu Pakistan dan China.

Lima pesawat Rafale kelompok pertama pesanan New Delhi tiba dari Perancis pada 29 Juli 2020. Kelima pesawat kemudian diresmikan masuk Skadron 17 “Panah Emas” di Stasiun Udara Ambala pada 10 September 2020.

Pengiriman gelombang kedua Rafale India sebanyak tiga pesawat tiba pada 4 November 2020 setelah terbang nonstop 8 jam dari Perancis.

Kemudian pada 28 Januari 2021, tiga unit Rafale pengiriman gelombang ketiga kembali tiba di India. Dengan demikian, hingga saat ini India telah menerima 11 jet tempur omnirole tersebut.

Menteri Pertahanan India Rajnath Singh saat berbicara di depan parlemen India mengatakan, pengiriman 36 jet tempur Rafale akan tuntas pada April 2022.

“Saat ini, 11 Rafale telah tiba di India. Pada akhir Maret 2021 nanti, 17 Rafale akan berada di negara ini. Pada April 2022, semua Rafale yang tersisa akan tiba di India,” kata Rajnath Singh di Majelis Tinggi Parlemen India pada Senin, 8 Februari 2021.

Dinaungi dalam dua skadron

Sebanyak 36 jet Rafale yang dipesan, akan ditempatkan di dua skadron tempur. Yaitu 18 jet tempur pertama akan mengisi Skadron 17 IAF di Stasiun Angkatan Udara Ambala untuk menjaga perbatasan barat India.

Sementara 18 pesawat lainnya akan bertugas di Skuadron 101 IAF di Stasiun Angkatan Udara Hasimara di timur laut India untuk melawan ancaman yang berasal dari perbatasan dengan China.

Jet tempur Rafale pesanan India dilengkapi dengan sejumlah persenjataan generasi terbaru seperti rudal Meteor, SCALP, MICA, dan Highly Agile Modular Munition Extended Range (HAMMER).

India masih butuh ratusan unit jet tempur baru

Pembelian 36 jet tempur ini masih akan ditambahi dengan ratusan unit jet tempur baru lainnya. Bisa jadi Rafale kembali akan dibeli.

Seperti diberitakan sejumlah media di India, Angkatan Udara India (IAF) menghadapi kekurangan sekitar 250 jet tempur dan hal itu telah mendapat rekomendasi dari parlemen.

Berbagai pabrikan jet tempur terbesar te;ah menawarkan pesawat-pesawat andalannya kepada New Delhi.

Lockheed Martin telah mengajukan proposal penjualan F-21 (varian F-16V khusus untuk AU India), sementara  dan Boeing menawarkan jet tempur generasi keempat teranyarnya yaitu F-15EX.

Roni Sont

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *