Terungkap! China punya bus lapis baja untuk kebutuhan perang di dataran tinggi, dilengkapi penghangat ruangan

Bus lapis baja China untuk pertempuran di dataran tinggiCCTV-7

AIRSPACE REVIEW – Stasiun televisi Pemerintah China CCTV-7 menayangkan rekaman mengenai kendaraan pengangkut pasukan lapis baja baru milik Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), yang digunakan dalam latihan militer di wilayah dataran tinggi Tibet.

Dilaporkan, “bus lapis baja” tersebut dapat mengangkut 22 prajurit infanteri bersenjata lengkap, dengan penumpang duduk saling berhadapan.

Kendaraan tidak dilengkapi dudukan senjata eksternal di atapnya, tapi tersedia lobang tembak dari dalam kabin, di sisi dan belakang bodi.

Kehadiran bus lapis baja ini digunakan untuk sarana transportasi, memindahkan infanteri dengan aman melintasi salah satu lingkungan operasi paling berbahaya di dunia.

Dataran Tinggi Tibet, yang dikelola China tersebut, berada pada ketinggian rata-rata antara 4.000 m dan 5.000 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Pada ketinggian tersebut, suhu secara teratur turun jauh di bawah minus 20 derajat Celcius, kadar oksigen turun hingga sekitar 60 persen dari kepadatan di permukaan laut, dan kondisi angin dapat melumpuhkan personel yang tidak terlindungi dengan aman dalam hitungan jam.

Bus lapis baja yang dilengkapi sistem penghangat ruangan ini, dapat menjaga agar prajurit tetap hangat, mendapatkan oksigen, dan terlindungi selama perjalanan, yang tidak dapat dipenuhi secara memadai oleh truk dengan terpal kanvas.

Mengangkut pasukan infanteri dengan truk model bak terbuka melintasi dataran tinggi bukan hanya tidak nyaman, tetapi juga menurunkan kesiapan tempur pada saat pasukan tiba di tujuan mereka.

Basis kendaraan lapis baja baru ini adalah truk militer MV3 berpenggerak 6X6 yang dirancang oleh FAW (First Automobile Works), sebagai platform logistik taktis standar PLA sejak tahun 2011.

Sebagai tenaga penggeraknya, MV3 menggunakan mesin diesel kapasitas 8.600 cc – 9.000 cc berdaya 350 hp. Kecepatan maksimumnya sekitar 90 km/jam dan jangkauan operasi 1.000 km. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *