Angkatan Laut AS menggelar kompetisi jet latih baru guna menggantikan armada T-45 Goshawk

US Navy menggelar kompetisi jet pengganti T-45 GoshawkIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut AS (USN) secara resmi telah mengeluarkan permintaan proposal (RFP) untuk Undergraduate Jet Training System (UJTS), mencari jet latih baru yang ditujukan untuk penerbangan Angkatan Laut dan Korps Marinir

Dengan proposal harus diserahkan paling lambat pada 29 Juni 2026, menurut pengumuman yang dikeluarkan Departemen Perang AS (DoW) pada 26 Maret 2026.

Program UJTS ini bertujuan untuk memperbarui cara pelatihan pilot angkatan laut seiring bertambahnya usia pesawat yang ada yakni T-45 Goshawk dan berkembangnya persyaratan operasional.

Sistem baru ini dirancang untuk mempersiapkan lebih baik bagi calon pilot tempur baru yang akan menerbangkan pesawat tempur generasi kelima dan keenam, yang bergantung pada avionik canggih, sensor, dan operasi jaringan.

Berdasarkan pengumuman tersebut, USN mencari solusi pelatihan lengkap yang mencakup pengembangan pesawat dan produksi awal sejumlah jet, sistem pelatihan berbasis darat, serta dukungan logistik kontraktor.

Kontrak ini akan mencakup Rekayasa, Manufaktur, dan Pengembangan (EMD) pesawat, diikuti oleh Produksi Awal Tingkat Rendah (LRIP) unit pertama. Termasuk juga simulator dan sistem berbasis darat lainnya.

USN berencana untuk memberikan kontrak berdasarkan nilai terbaik. Meskipun berharap untuk memilih satu kontraktor, namun memungkinkan juga untuk dua kontrak jika dana tersedia.

Sebagai bagian dari konsep UJTS yang terus berkembang, USN telah menyesuaikan beberapa persyaratan pelatihan yang terkait dengan operasi kapal induk.

Disebutkan, jet latih masa depan ini tidak diharuskan untuk melakukan latihan pendaratan di kapal induk tradisional (touch-and-go), namun cukup di landasan pacu darat, sebuah metode yang telah lama digunakan untuk mensimulasikan pendaratan di kapal induk.

Sebaliknya, sistem pelatihan akan lebih mengandalkan lingkungan simulasi dan metode alternatif untuk mempersiapkan pilot menghadapi operasi di kapal induk

Sementara kualifikasi pendaratan di kapal induk yang sebenarnya akan dilanjutkan pada tahap pelatihan selanjutnya.

Perubahan ini memungkinkan Angkatan Laut untuk mengurangi batasan desain pada pesawat itu sendiri dan lebih menekankan pada sistem pelatihan terintegrasi.

Saat ini, jalur pelatihan Angkatan Laut dan Korps Marinir bergantung pada McDonnell Douglas (kini Boeing) T-45 Goshawk untuk instruksi jet tingkat menengah dan lanjutan.

Program UJTS diharapkan dapat menggantikan T-45 yang telah beroperasi sejak 1991, dengan sistem yang lebih modern dan selaras dengan kebutuhan operasional saat ini.

Angkatan Laut sendiri berencana untuk mengakuisisi 216 pesawat latih jet baru untuk menggantikan hampir 200 pesawat T-45, yang akan mulai beroperasi pada tahun 2035.

Saat ini setidaknya empat perusahaan akan turut berkompetisi dalam program UJTS ini, mereka adalah Boeing-Saab T-7B Red Hawk, Lockheed Martin-KAI TF-50N, Textron-Leonardo M-346N, dan Sierra Nevada Freedom Trainer. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *