TNI Angkatan Laut akan menyiapkan 500 personel untuk mengawaki kapal induk Giuseppe Garibaldi

Kapal induk Giuseppe Garibaldi ItaliaMarina Militare

AIRSPACE REVIEW – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) berharap kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan diakuisisi oleh Kementerian Pertahanan RI dapat tiba di Indonesia sebelum HUT TNI pada 5 Oktober mendatang.

Untuk dapat mengoperasikan kapal induk bekas Angkatan Laut Italia tersebut, TNI AL membutuhkan sedikitnya 500 personel sebagai awak inti kapal ini.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan mengatakan, prajurit TNI AL yang akan mengawaki kapal tersebut harus memiliki kempetensi khusus.

“Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki. Dari mulai sekarang sampai level perwiranya harus memiliki kompetensi kompetensi khusus sebagai pengawak kapal induk,” ujar Yayan di Jakarta dikutip kantor berita Antara pada Rabu.

Jumlah kru kapal, lanjut Yayan, bisa lebih dari itu karena belum mencakup kru bukan inti, yakni di luar kru navigasi hingga penerbang.

Selain kru, TNI AL juga harus mempersiapkan infrastruktur pendukung kapal induk seperti tempat bersandar dan kebutuhan teknis lain yang harus dimiliki kapal.

Demikian juga dengan kebutuhan logistik untuk para kru yang akan bertugas di atas kapal dalam waktu lama.

“Bisa kita bayangkan sandar di suatu tempat membutuhkan dukungan logistik kru yang 500. Itu hanya kru inti saja. Kru untuk penerbangan, sistem aviation dan sebagainya,” tambah Asops Kasal.

Yayan meyakini TNI AL siap untuk memenuhi kebutuhan tersebut demi pengoperasian kapal induk maksimal.

Hingga saat ini, TNI AL masih menunggu proses akuisisi yang berjalan di tingkat Kementerian Pertahanan dan pihak Italia dan juga Fincantieri selaku galangan kapal.

Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 m, lebar 33,4 m, dan draft 6,7 m. Kapal ini memiliki bobot benaman 13.850 ton dengan beban penuh.

Kapal yang menggunakan empat turbin gas General Electric/Avio LM2500 (COGAG) ini dapat melaju dengan kecepatan 30 knot (56 km/jam).

Kapal mampu menempuh jarak sejauh 7.000 mil laut (11.263 km) pada kecepatan 20 knot. Jarak tersebut kurang lebih sama dengan jarak dari Surabaya ke Athena di Yunani. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *