Thailand dapat lampu hijau beli 300 rudal Javelin dari AS

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Thailand telah mendapatkan persetujuan dari Amerika Serikat untuk membeli 300 rudal antitank portabel Javelin FGM-148 berikut 50 peluncurnya.

Lampu hijau untuk Penjualan Militer Asing (FMS) ini telah dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS dan diberitakan di laman Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA) pada 30 Juli 2021.

Javelin FGM-148 akan digunakan oleh Angkatan Darat Kerajaan Thailand (RTA) untuk menggantikan Senapan Recoiless kaliber 106 mm.

Sebelumnya, Bangkok mengajukan proposal kepada Washington untuk pembelian 300 rudal Javelin FGM-148 dan lima puluh Javelin Command Launch Unit (CLU).

Pengajuan yang disetujui juga mencakup paket pelatihan, simulasi rudal, bantuan teknis manajemen keamanan,  bantuan munisi darat dan penerbangan taktis, manual suku cadang, dan lainnya.

Keseluruhan program tersebut diperkirakan bernilai 83,5 juta dolar AS.

Penjualan sistem senjata ini, tulis DSCA, akan memodernisasi kemampuan antitank ringan pasukan RTA dan meningkatkan interoperabilitas dengan AS dalam operasi maupun latihan.

Perusahaan gabungan Raytheon dan Lockheed Martin akan menjadi kontraktor utama dalam mewujudkan akuisisi persenjataan ini.

Rudal antitank Javelin merupakan rudal panggul jenis fire and forget.

Rudal yang mulai digunakan oleh Angkatan Darat AS sejak 1996 ini telah digunakan dalam perang di Afganistan, Irak, Suriah, Libia, dan lainnya.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *