Pengebom B-2, F-35C, dan F/A-18E melakukan latihan serangan maritim terpadu

B-2 melakukan latihan serangan maritim dengan F-35C dan FA-18E Super HornetUSAF

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara AS (USAF) mengerahkan pengebom siluman B-2 Spirit untuk melaksanakan latihan serangan maritim terpadu dengan jet tempur F-35C Lightning II dan F/A-18E Super Hornet dari Carrier Air Wing (CAW) 11 Angkatan Laut AS (US Navy).

Latihan serangan maritim gabungan dilaksanakan di lepas pantai California baru-baru ini dalam demonstrasi integrasi operasional yang diarahkan pada skenario peperangan intensitas tinggi.

Latihan tersebut berfokus pada perluasan kemampuan proyeksi kekuatan di laut, mengeksplorasi kombinasi antara kemampuan siluman dan jangkauan antarbenua pesawat pengebom strategis dengan fleksibilitas operasional yang disediakan oleh wing udara berbasis kapal induk.

US Navy mengatakan, Integrasi antarpesawat memperkuat konsep modern pertempuran jaringan, di mana sensor canggih dan sistem komunikasi memungkinkan berbagi data taktis secara instan.

Dalam skenario ini, F-35C memainkan peran penting sebagai platform untuk mengumpulkan dan mendistribusikan informasi, menggunakan sensornya untuk mendeteksi ancaman dan mengirimkan data ke peserta misi lainnya.

Sementara Super Hornet berkontribusi dengan kemampuan pengawalan dan serangan tambahan, memperluas jangkauan udara dan kemampuan keterlibatan di luar cakrawala.

Ditambahkan, latihan ini juga mendemonstrasikan evolusi konsep “jaringan pembunuhan” (kill web), yang menghubungkan berbagai platform dalam jaringan tempur dinamis.

Pendekatan ini memungkinkan pengurangan waktu yang signifikan antara identifikasi target dan pengerahan senjata, sehingga meningkatkan efisiensi operasi gabungan.

Bagi militer AS, integrasi pesawat pengbom strategis dan penerbangan angkatan laut merupakan respons langsung terhadap meningkatnya kompleksitas skenario maritim modern, terutama dalam menghadapi pertumbuhan sistem anti-akses dan penolakan wilayah.

Pengebom B-2 Spirit tetap menjadi salah satu alat pencegahan strategis utama Amerika Serikat, berkat kemampuannya menembus pertahanan udara canggih dan melakukan serangan presisi dengan tingkat deteksi rendah.

Pesawat ini dapat beroperasi dari daratan Amerika Serikat dan menyerang target jarak jauh dengan dukungan pengisian bahan bakar di udara, menawarkan fleksibilitas strategis dalam operasi global.

Dengan bekerja sama dengan pesawat tempur berbasis kapal induk, pesawat pembom ini memperluas jangkauan misi maritim dan berkontribusi dalam membangun lingkungan operasional yang lebih terintegrasi. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *