AIRSPACE REVIEW – Sebuah pesawat angkut taktis C-146A Wolfhound milik Komando Operasi Khusus AS (USSOCOM) yang sedang melakukan latihan pendaratan dan lepas landas di jalan tol lingkar beton di Kota Laoac, Provinsi Pangasinan, Filipina, menabrak pembatas jalan pada hari Rabu.
Akibat insiden tersebut seluruh kru pesawat yang berjumlah lima orang dilaporkan mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit setempat.
Seperti dilaporkan Associated Press, pesawat angkut taktis tersebut melakukan latihan pendaratan darurat di zona pendaratan alternatif yang telah direncanakan di Filipina bagian utara dan telah dikoordinasikan sepenuhnya dengan otoritas sipil, polisi, serta militer Filipina.
Sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan, latihan seperti ini diperlukan untuk mempersiapkan pasukan militer menghadapi semua jenis keadaan darurat, termasuk ketika bandara dan landasan pacu reguler tidak dapat diakses akibat terkena badai atau gempa bumi.
Selama latihan, pesawat C-146A berhasil mendarat, tetapi kemudian berbelok saat lepas landas.
Pasukan AS telah diizinkan untuk melakukan pelatihan di Filipina bersama dengan milier Filipina, berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada tahun 1999.
Latihan tempur gabungan skala besar dalam beberapa tahun terakhir juga dilaksanakan dan berfokus pada upaya membantu Filipina mempertahankan kepentingan teritorialnya.
Bagi AS, kehadirannya di Filipina dan kawasan sekitar adalah untuk mempromosikan kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut Cina Selatan, yang terletak di sebelah barat Pangasinan.
Konfrontasi antara penjaga pantai dan angkatan laut China dan Filipina telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di perairan yang disengketakan, yang sebagian besar diklaim oleh Beijing.
Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan juga terlibat dalam kebuntuan teritorial yang telah berlangsung lama.
Amerika Serikat tidak mengajukan klaim apa pun di perairan yang dipersengketakan, tetapi telah berulang kali memperingatkan bahwa mereka berkewajiban untuk membela Filipina berdasarkan perjanjian pertahanan bersama.
AS akan membela Filipina jika pasukan, kapal, dan pesawat Filipina diserang secara bersenjata, termasuk di Laut Cina Selatan.
Kiprah “Si Anjing Pemburu”
C-146A adalah versi militer dari pesawat penumpang sipil Dornier 328 buatan Jerman. Pesawat ini mulai beroperasi di bawah USSOCOM sekitar tahun 2011. Pesawat diberi nama Wolfhound, diambil dari nama sejenis anjing pemburu.
Berbeda dengan pesawat militer pada umumnya yang berwarna abu-abu kusam atau kamuflase, C-146A sering kali mempertahankan skema cat putih-biru atau putih-merah mirip pesawat komersial.
Hal itu bertujuan untuk “low visibility”, yaitu agar pesawat tidak terlalu mencolok saat beroperasi di bandara sipil di seluruh dunia.
Pesawat ini memiliki desain high-wing (sayap di atas) yang memungkinkan mesin berada cukup tinggi dari permukaan tanah, sehingga melindunginya dari serpihan benda asing (FOD) saat beroperasi di landasan yang tidak beraspal atau kasar.
Misi utama Wolfhound bukanlah pertempuran langsung, melainkan sebagai Mobilitas Udara Operasi Khusus (Non-Standard Aviation/NSAV).
Pesawat ini biasanya digunakan untuk membawa tim operasi khusus, seperti Navy SEALs atau Green Berets, ke lokasi-lokasi kecil yang tidak bisa dijangkau pesawat besar seperti C-130 Hercules atau C-17 Globemaster III.
Pesawat juga bisa digunakan untuk evakuasi medis, yaitu mengangkut personel yang terluka dari zona latihan atau konflik ke fasilitas medis terdekat.
Fungsi lainnya adalah untuk membawa kargo ringan atau peralatan sensitif ke wilayah yang memiliki landasan pacu pendek dan sempit, seperti dilatihkan di jalan raya di Pangasinan, Filipina.
C-146A memiliki kemampuan untuk lepas landas/mendarat di landasan yang sangat pendek atau dalam istilah penerbangan adalah STOL (Short Take-Off and Landing).
Pesawat ini diawaki oleh tiga orang, terdiri dari pilot, kopilot, dan loadmaster. Pesawat memiliki kapasitas untuk mengangkut 27 penumpang atau kargo sesuai konfigurasi. (RNS)

