Aselsan Suntikkan Tiga Pod Canggih, Drone TB2 Kini Mampu Acak Radar dan Lacak Sistem Rudal Musuh

Drone Bayraktar TB2 dilengkapi tiga pod baruAselsan
Drone Bayraktar TB2 dilengkapi tiga pod baru.

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan asal Turkiye, Aselsan, resmi mengintegrasikan tiga jenis pod baru pada drone serang dan pengintai ikonik Bayraktar TB2 buatan Baykar.

Langkah ini secara signifikan memperluas kemampuan tempur drone tersebut dan membuka skenario penggunaan baru, terutama dalam peran penumpasan sistem pertahanan udara musuh (suppression of enemy air defenses).

Tiga pod yang diintegrasikan mencakup Antidot 2ES 100, Antidot 2EA 200, dan Fulmar 200.

Pod Antidot 2ES 100 dirancang khusus untuk fungsi intelijen elektronik (ELINT) yang mampu mendeteksi, mengidentifikasi, serta menentukan koordinat presisi stasiun radar lawan, seperti sistem pertahanan udara Pantsir-S1 milik Rusia.

Sementara itu, pod Antidot 2EA 200 beroperasi dalam perang elektronik (EW) untuk mengacak dan mengganggu kerja radar musuh, sekaligus melindungi Bayraktar TB2 dari serangan rudal permukaan ke udara berpemandu radar.

Perpaduan kedua pod Antidot tersebut menciptakan duet ideal bagi drone untuk melacak sekaligus menumpas pertahanan udara lawan, perusahaan menjelaskan.

Kembalikan Peran yang Meredup

Selain itu, tambahan pod pemetaan radar Fulmar 200 memungkinkan Bayraktar TB2 mengambil citra Synthetic Aperture Radar (SAR) yang sangat jernih hingga jarak 40 km dari ketinggian mencapai 30.000 kaki atau sekitar 9 km.

Saat ini, operasi serangan Bayraktar TB2 di Ukraina sangat terbatas akibat ketatnya pertahanan udara Rusia, sehingga penerbangannya kini terbilang cukup jarang.

Namun, dengan hadirnya ketiga pod canggih ini, TB2 milik Ukraina berpotensi mendapatkan kembali perannya di medan perang dengan kemampuan baru untuk memetakan wilayah, mendeteksi radar musuh, serta melindungi diri dari ancaman tembakan rudal.

Pengamat menilai, integrasi teknologi modular Aselsan ini menjadi angin segar bagi efektivitas Bayraktar TB2 yang sebelumnya sempat meredup di medan tempur Ukraina akibat payung udara Rusia yang rapat.

Jika diterapkan secara maksimal di garis depan, kombinasi intelijen serta perlindungan perang elektronik ini dapat merevolusi cara militer Ukraina melakukan pengintaian taktis tanpa harus mengorbankan unit drone secara sia-sia. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *