Modifikasi Drone Geran-5: Rusia Pindahkan Posisi Mesin Turbojet ke Kompartemen Badan

Rusia pindahkan posisi mesin turbojet pada Geran-5 ke dalam badan droneIstimewa
Rusia pindahkan posisi mesin turbojet pada Geran-5 ke dalam badan drone.

AIRSPACE REVIEW – Rusia merombak desain drone kamikaze berkemesin jet miliknya, Geran-5, dengan memindahkan posisi mesin turbojet dari pod luar (external nacelle) ke dalam kompartemen badan pesawat (fuselage).

Analisis ini diungkapkan oleh Dinas Keamanan Ukraina (SSU) dan kelompok relawan Wild Hornets setelah mengamati rekaman video interceptor drone milik .

Dikutip oleh Militarnyi, perubahan konfigurasi pada drone serang sekali jalan ini diproyeksikan dapat meningkatkan kecepatan serta jangkauan jelajahnya, sekaligus mempermudah perawatan dan penggantian mesin di darat.

Pada desain awal, penempatan mesin di bagian luar sengaja dipilih untuk mempermudah tahap pengembangan dan integrasi awal.

Namun, langkah tersebut menyisakan kelemahan berupa tingginya hambatan udara (parasitic drag).

Mengingat hambatan udara meningkat tajam seiring bertambahnya kecepatan, gesekan pada desain lama sangat merugikan Geran-5 yang melaju pada kecepatan 450–600 km/jam.

Kurangi Hambatan

Pemindahan mesin ke dalam badan drone menghasilkan profil aerodinamis yang jauh lebih mulus.

Langkah ini juga menyelaraskan garis dorong (thrust line) mesin dengan sumbu longitudinal, sehingga sistem kendali tidak perlu lagi secara terus-menerus mengoreksi pitching moment atau kecenderungan hidung drone mendongak.

Posisi saluran udara (air intake) yang kini berada di bagian atas dirancang untuk memperpendek saluran masuk tanpa mengganggu bagian bawah badan drone, sekaligus meminimalkan risiko masuknya debu atau benda asing saat diluncurkan dari darat.

Penempatan mesin di dalam kompartemen juga memberikan keuntungan berupa pengurangan jejak inframerah (thermal signature) dari sudut depan dan samping karena panas cangkang mesin terhalang oleh kulit pesawat.

Ruang Internal Lebih Sempit

Meski demikian, penyempurnaan aerodinamis ini harus dibayar dengan makin sempitnya ruang internal drone yang tersita untuk isolasi termal dan saluran udara.

Secara spesifikasi teknis, drone jet Geran-5 memiliki panjang sekitar 6 m dengan bentang sayap hingga 5,5 m.

Ditenagai mesin turbojet TELEFLY TF-TJ2000A buatan Tiongkok berdaya dorong 200 kgf, wahana nirawak ini mampu membawa hulu ledak seberat 90 kg dengan jarak jangkau serangan mencapai 1.000 km pada ketinggian operasional hingga 6 km.

Untuk pemandu target, Geran-5 mengandalkan antena navigasi satelit Kometa 12-saluran yang anti-jamming, modul pelacak berbasis Raspberry Pi, serta modem 3G/4G, dan dapat diluncurkan baik dari peluncur darat maupun platform udara seperti pesawat tempur Su-25. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *