Serangan Jarak Jauh ke Moskow Buka Era Baru Ancaman Rudal FP-5 dan FP-7 Ukraina

Rudal jarak jauh FP-5 Flamingo dan FP-7 Pelican UkrainaFire Point
Rudal jarak jauh FP-5 Flamingo dan FP-7 Pelican Ukraina.

AIRSPACE REVIEW – Pasukan Ukraina meluncurkan serangan jarak jauh berskala besar yang menyasar fasilitas industri minyak utama dan lokasi logistik strategis milik Rusia di wilayah Moskow pada Minggu (20/9).

Foto-foto dan rekaman video dari serangan besar Ukraina tersebut tersebar luas di media sosial.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melalui akun media sosialnya menyatakan operasi gabungan tersebut mengerahkan sedikitnya 10 jenis sistem persenjataan jarak jauh buatan dalam negeri Ukraina, termasuk rudal jelajah FP-5 Flamingo dan rudal balistik FP-7 Pelican.

Operasi ini mempertegas peningkatan kemampuan Kyiv dalam memadukan serangan drone masif dan rudal presisi untuk menekan infrastruktur energi serta sistem pertahanan udara musuh jauh di dalam wilayah Rusia.

Dalam unggahannya, Zelenskyy merinci bahwa serangan tersebut melibatkan kombinasi armada drone dan rudal modern, seperti Liutyi, Palianytsia bertenaga jet, FP-1, RZ-100, MICH-2000, Vendetta, Bars, Sichen, serta dua varian rudal Flamingo dan Pelican.

Pengerahan berbagai jenis platform udara secara bersamaan ini dilakukan untuk membanjiri jaringan radar dan memecah konsentrasi sistem pertahanan udara Rusia.

Taktik tersebut memberi jalan bagi rudal presisi berhulu ledak besar untuk menembus benteng pertahanan musuh dan melumpuhkan target bernilai strategis yang menyokong pendanaan perang Rusia.

Koordinasi Dinas Keamanan dan Militer

Serangan gabungan ini digerakkan oleh kolaborasi lintas dinas keamanan dan militer Ukraina, meliputi Dinas Keamanan Ukraina (SSU), Pasukan Sistem Tanpa Awak, Pasukan Operasi Khusus (SOF), Intelijen Militer (DIU), hingga Dinas Intelijen Luar Negeri.

Penggunaan serangan gabungan drone dan rudal seperti FP-5 serta FP-7 memperluas opsi serangan jarak jauh Ukraina karena menghadirkan berbagai profil penerbangan yang berbeda.

Langkah ini sekaligus menandai pergeseran strategi militer Kyiv menuju kekuatan rudal dan drone mandiri yang berkelanjutan tanpa perlu bergantung sepenuhnya pada pasokan persenjataan Barat.

Laporan terkait operasi tersebut menunjukkan bahwa industri pertahanan Ukraina, khususnya pengembang Fire Point, terus memperkuat struktur arsenilnya.

Rudal jelajah FP-5 Flamingo menjadi varian dengan jangkauan terjauh dan bobot hulu ledak paling berat mencapai sekitar 1.150 kg, sehingga sangat efektif untuk merusak instalasi industri dan logistik berukuran besar.

Sementara itu, rudal balistik FP-7 Pelican menawarkan jangkauan sekitar 200 hingga 300 kg dengan kecepatan tinggi hingga 1.500 meter per detik, memberikan waktu reaksi yang sangat singkat bagi pertahanan udara musuh untuk melakukan pencegatan.

Pengembangan Rudal FP-9

Di luar sistem yang telah digunakan, Ukraina juga sedang mengembangkan rudal balistik FP-9 bertenaga lebih besar yang dirancang untuk menjangkau target hingga jarak 855 km dengan muatan hulu ledak seberat 800 kg.

Pengerahan taktik gabungan ini memaksa Moskow menghadapi dilema besar dalam mengalokasikan sistem pertahanan udaranya.

Rusia kini harus menyebarkan unit pendarat darurat dan radar tidak hanya di sepanjang garis depan pertempuran, tetapi juga membaginya untuk melindungi pangkalan udara, kilang minyak, dan pusat industri vital jauh di bagian barat negaranya. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *